DetikNews
Minggu 19 Maret 2017, 09:35 WIB

Candaan Bawa Bom di Pesawat Bakal Bikin Rugi Seluruh Penumpang

Aditya Mardiastuti - detikNews
Candaan Bawa Bom di Pesawat Bakal Bikin Rugi Seluruh Penumpang Ilustrasi bandara/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan candaan membawa bom di pesawat atau kawasan bandara diancam hukuman pidana. Tak hanya itu informasi palsu itu berakibat pada kerugian banyak pihak.

"Kita tidak bisa mengabaikan informasi yang disampaikan apa lagi itu berkaitan dengan bom. Kita tidak bisa mengabaikan walaupun informasinya palsu, berakibat kerugian bukan kepada orang yang bicara tapi juga seluruh penumpang," kata Plt Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/3/2017) malam.

Barata mengatakan sanksi yang diterima oleh pelaku yang memberikan informasi palsu adalah penundaan hingga batal terbang. Dia mengimbau agar seluruh penumpang tidak memberikan informasi palsu yang merugikan banyak pihak,

"Minimal dia mengalami penundaan (terbang) karena harus diperiksa secara keseluruhan. Untuk yang menyampaikan informasi palsu ini dia juga akan melalui proses diperiksa dan tidak berangkat. Mungkin periksanya bukan cuma satu hari, besoknya bisa diperiksa lagi kalau memang ada ininya," urai Barata.

Barata mengatakan candaan soal bom sering dilakukan oleh penumpang tidak hanya saat di dalam pesawat tapi juga di kawasan bandara. Dia mengingatkan seluruh penumpang agar mendeklarasikan barang bawaan dengan jujur.

"Itu pun ada sejumlah kejadian tidak di pesawat, misalnya kita periksa di X-Ray mau masuk ke bandara ada juga. Itu juga nggak boleh, begitu dia masuk area bandara sebetulnya deklarasikanlah barang bawaan kita dengan benar," tegas dia.

"Jadi candaan yang berkaitan informasi yang tidak benar, apalagi candaan membawa bom berakibat pada kerugian pada penumpang pesawat itu sendiri," sebutnya.

Ke depan Barata mengaku akan menambahkan aturan terkait informasi palsu di setiap boarding pass penumpang. Diharapkan dengan sosialisasi tersebut penumpang semakin sadar untuk tidak memberikan informasi palasu apalagi yang terkait candaan soal bom di kawasan bandara atau pesawat.

"Sosialisasi sudah berjalan. Mungkin dalam waktu dekat ini sosialisasi melalui tiket-tiket atau boarding pass itu kan ada ketentuannya tapi bisa ditambahkan dengan lembaran satu lagi. Mungkin itu akan kita tambah untuk mengingatkan setiap penumpang yang akan bepergian diwanti-wanti jangan," beber dia.

Untuk diketahui ancaman pidana bagi para pemberi informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sudah diatur dalam Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Pada ayat 1 disebutkan, "Setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun."

Namun, bila candaan itu kemudian mengakibatkan matinya seseorang, sesuai dengan ayat 3 pasal tersebut, pelaku bisa dipidana maksimal 15 tahun penjara.
(ams/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed