detikNews
Sabtu 18 Maret 2017, 09:52 WIB

Kesaksian Ketua RT soal Pahinggar yang Gantung Diri Live Facebook

Andhika Prasetia - detikNews
Kesaksian Ketua RT soal Pahinggar yang Gantung Diri Live Facebook Ketua RT yang sempat mendamaikan perselisihan Pahinggar Indrawan dengan istri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - M Sidik (59), ketua RT tempat Pahinggar Indrawan alias Indra melakukan aksi gantung diri sambil live di Facebook, sempat dimintai keterangan oleh polisi. Sidik mengaku kaget atas kematian Indra.

Sidik bercerita awalnya Indra bersama istri menghampiri rumahnya pada Jumat (17/3/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. Sidik mengaku istri Indra datang dalam keadaan menangis.

"Indra ke rumah saya kurang-lebih pukul 04.00 WIB, sudah saya damaikan. Mereka ketok-ketok pagar, si istri juga menangis. Sebetulnya sudah saya selesaikan sebisa saya, saya bilang biasalah di rumah tangga," ujar Sidik di kediamannya, RT 08 RW 05 Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3).

Menurut Sidik, Indra dan istri saling curiga karena isi percakapan atau chatting dari ponsel mereka. Sidik lalu mencoba melerai perselisihan itu. Indra kemudian meninggalkan rumah Sidik sekitar pukul 06.00 WIB.

"Jadi saling curiga dari chatting-chatting-an, itu menurut mereka, tapi mungkin ada yang lebih dari itu. Saya sebisa mungkin mendamaikan. Saya sarankan, kalau ada masalah, jangan berurusan dengan aparat. Lalu, Indra pulang sekitar pukul 06.00 WIB dan disusul istri. Ya mungkin Indra beli sarapan atau mau ke mana dulu," terang Indra.

Sidik menganggap permasalahan itu sudah selesai. Tepi ia dikagetkan dengan ditemukannya Indra dalam kondisi sudah tewas di rumahnya pada siang hari.

"Sepulang Jumatan lebih sedikit, saya dikabari anak ketiganya, firasat saya sudah nggak ada umur. Saya panik, cuma nggak berani apa-apa. Saya balik ke rumah, saya cerita dengan istri. Jadinya, istri panggil dokter puskesmas untuk memastikan apakah Indra sudah meninggal dan saya lapor polisi. Istri dan 4 anak Indra juga ada di lokasi dan nangis," ujar Sidik.

Sidik mengatakan polisi tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan olah TKP. Jenazah Indra dibawa ke RS Fatmawati sekitar pukul 15.30 WIB.

"Nggak lama setelah saya lapor, polisi datang, kayak olah TKP dan lain-lain. Setelah selesai, ambulans siap, kalau nggak salah saat azan asar jenazah dibawa ke RS Fatmawati," jelas Sidik.



Indra diketahui berprofesi sebagai sopir taksi online. Sang pemilik sudah mengambil mobil yang dipakai Indra pada Sabtu dini hari.

"Iya, dia sopir (menyebut salah satu operator taksi online), semalam baru diambil juga oleh pemiliknya. Pukul 02.00 WIB datang yang punya mobil, saya ajak ke sini dulu untuk meyakinkan dia pemiliknya. Langsung diambil sama dia, tapi saya cek STNK dan surat kepemilikan," ujar Sidik.

Aksi nekat gantung diri Indra sempat menggegerkan jagat dunia maya. Ia melakukan live atau siaran langsung lewat akun Facebook-nya, Jumat (17/3).
(dkp/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com