DetikNews
Jumat 17 Maret 2017, 12:49 WIB

Laporan Dari Malaysia

Menlu Resmikan Pelatihan Gratis Bagi TKI di KJRI Johor Bahru

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Menlu Resmikan Pelatihan Gratis Bagi TKI di KJRI Johor Bahru Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Johor Bahru - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meresmikan layanan kesehatan dan pelatihan gratis yang disediakan untuk TKI di KJRI Johor Bahru, Malaysia. Pelatihan dilakukan khususnya untuk memberikan modal keterampilan bagi pekerja yang ingin menetap kembali di Indonesia.

Menurut Menlu, jenis pelatihan yang disediakan oleh pewakilan-perwakilan pemerintah di setiap Konsulat Jenderal disesuaikan dengan kebutuhan para TKI. Sebagai pilot project, pertama kali inovasi ini dilakukan di Hong Kong, Singapura dan dilakukan di perwakilan lain.

Menlu menambahkan bahwa persiapan pembekalan lewat berbagai keterampilan bisa dimanfaatkan oleh TKI yang sudah ada keinginan pulang ke kampung halaman. Kemenlu bekerjasama dengan Universitas di Indonesia, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta pemerintah daerah untuk memetakan jenis kebutuhan dari pekerja migran.

"Kalau kembali dan memiliki uang untuk usaha, maka pelatihannya di sini. Sehingga pelatihan yang didapat bisa digunakan saat kembali ke tanah air," ujar Retno Marsudi di depan ratusan TKI di KJRI Johor Bahru, Malaysia, Jumat (17/3/2017).

Untuk layanan kesehatan gratis bagi para TKI, Retno menambahkan bahwa pelayanan tersebut dilakukan lewat kerjasama KJRI dengan rumah sakit setempat. Pelayanan diberikan cuma-cuma untuk pekerja migran yang ada di daerah Johor, Malaysia.

"Di sini berobat murah dan gratis. Aman dan mudah-mudahan membantu masyarakat semuanya," papar Menlu menambahkan.

Haris Nugroho sebagai Konsul Jenderal di KJRI Johor Bahru mengatakan pelayanan kesehatan dilakukan setiap hari Senin dan Kamis pukul 09.00 sampai 13.00. KJRI bekerjasama dengan Rumah Sakit Penawar untuk menyediakan dokter dan perawat. Sedangkan untuk pelatihan, kerjasama dilakukan dengan Universitas Tekhnologi Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Retno juga mengatakan bahwa kehadirannya murni bersilaturahmi dan ingin mendengar langsung kondisi para TKI. Ia meminta meskipun banyak perkumpulan dan paguyuban, nama Indonesia harus tetap dijaga.

"Bapak adalah duta Indonesia. Boleh ada ratusan paguyuban, tapi kita adalah satu Indonesia. Jangan terpecah belah dan jaga keharmonisan dan toleransi," papar Menlu.
(bri/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed