DetikNews
2017/03/17 09:20:06 WIB

Bantahan Gamawan dan Permintaan Dikutuk Bila Terima Uang e-KTP

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Halaman 1 dari 6
Bantahan Gamawan dan Permintaan Dikutuk Bila Terima Uang e-KTP Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Suara eks Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi agak meninggi saat membantah menerima USD 4,5 juta dan Rp 50 juta terkait proyek e-KTP. Gamawan rela dikutuk bila ikut menikmati uang haram itu.

Gamawan hadir menjadi saksi kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017). Pria berkacamata itu mengenakan kemeja warna putih bergaris biru.

Dia dicecar tentang dugaan penerimaan uang yang disebut dalam surat dakwaan. Gamawan disebut menerima USD 4,5 juta dan Rp 50 juta terkait proyek tersebut. Salah satu pemberian yang diungkap KPK adalah pemberian USD 2,5 juta dari Andi Agustinus alias Andi Narogong (rekanan Kemendagri) kepada Gamawan melalui saudaranya, Azmin Aulia, pada Juni 2011 untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang.

Atas dugaan tersebut, Gamawan keras membantahnya. Bahkan dia minta seluruh rakyat Indonesia mendoakannya agar dikutuk Allah SWT apabila terbukti berkhianat kepada bangsa dan menerima uang dari megaproyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

Dalam kesaksiannya, Gamawan menjelaskan uang Rp 50 juta yang diterimanya merupakan uang honor sebagai pembicara di lima provinsi. Dia juga mengaku mendapat pinjaman Rp 1 miliar untuk berobat dan membeli tanah. Uang pinjaman itu juga telah dilaporkan di LHKPN 2014.

Menurut Gamawan, proyek e-KTP sudah ada dua tahun sebelum dia menjabat sebagai Mendagri. Dia memastikan tak ada kesalahan prosedur dalam pengadaan proyek e-KTP. Dia blak-blakan mengaku tidak tahu adanya kongkalikong, termasuk adanya markup dalam proyek e-KTP yang merugikan negara. Gamawan menggandeng KPK untuk mengawal penganggaran. Tentang kontrak yang berubah sampai sembilan kali, Gamawan juga mengaku tidak tahu-menahu.

Berikut rentetan kesaksian Gamawan:
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed