DetikNews
Kamis 16 Maret 2017, 16:40 WIB

RI & Bahama Investigasi Kandasnya Caledonian Sky di Raja Ampat

Nograhany Widhi K - detikNews
RI & Bahama Investigasi Kandasnya Caledonian Sky di Raja Ampat Foto: dok Basarnas Sorong
FOKUS BERITA: Karang Raja Ampat Rusak
Jakarta - Indonesia dan Bahama akan melakukan investigasi bersama terkait insiden kandasnya MV Caledonian Sky di Raja Ampat. Indonesia meminta Bahama melakukan investigasi bersama karena kapal tersebut berbendera Bahama.

"Saya menyesalkan rusaknya terumbu karang di Raja Ampat akibat kandasnya kapal MV Caledonian Sky pada tanggal 4 Maret 2017 dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengirimkan surat kepada Otoritas Maritim Negara Bahama selaku flag state kapal tersebut," kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Tonny A Budiono dalam rilis yang diterima, Kamis (16/3/2017).

Lebih lanjut Tonny mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut cq. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) akan melakukan joint investigation dengan otoritas maritim negara Bahama selaku flag state dari kapal MV Caledonian Sky untuk melakukan investigasi terhadap adanya kejadian kandasnya kapal dimaksud.

Untuk menunjang kelancaran joint investigation tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah membentuk tim investigasi internal yang terdiri atas unsur Direktorat KPLP, Direktorat Kenavigasian, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, serta Bagian Hukum.

Adapun sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang berlaku, salah satunya dengan meminta keterangan dan informasi dari UPP Saonek terkait dengan adanya kejadian tersebut.

Sebagaimana yang telah diinformasikan, kapal MV Caledonian Sky dilaporkan bertolak dari Pelabuhan Jayapura dengan tujuan ke Pelabuhan Bitung setelah singgah di Raja Ampat (4/3). Di Raja Ampat, kapal tersebut kandas pada pukul 13.00 WIT dan pada hari yang sama kapal tersebut berhasil lepas kandas pada pukul 23.00 WIT.

Kapal milik Caledonian Sky Inc yang diageni PT Pelayaran Antara Mas Bahari dengan ukuran 4.200 GT berbendera Bahama itu dinakhodai oleh Capt Keith Mike Taylor dengan membawa 102 penumpang dan 79 orang awak kapal, termasuk nakhoda. Ini merupakan keempat kalinya kapal itu melakukan pelayaran ke Raja Ampat.

Adapun sebelum meninggalkan Raja Ampat, nakhoda kapal tersebut telah membuat pernyataan tertulis bahwa pihaknya akan bersedia mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat kandasnya kapal MV Caledonian Sky dengan menunjuk pihak asuransi untuk mengganti kerugian atas kerusakan terumbu karang, yaitu GA Insurance, anggota asosiasi P&I Clubs (Protection and Indemnity Insurances), suatu perkumpulan internasional perusahaan asuransi kerugian di bidang maritim.

Terkait dengan kerusakan yang ditimbulkan akibat kandasnya kapal MV Caledonian Sky, telah diterjunkan tim penyelam yang menemukan kerusakan terumbu karang dengan lebar ± 100 meter dan panjang ± 300 meter. Sedangkan pada kapal sendiri terdapat kerusakan ringan, seperti goresan-goresan karang di bagian depan, tengah, dan belakang lunas kapal.

Untuk melengkapi data dan informasi terkait kejadian kandasnya kapal MV Caledonian Sky, Kepala Kantor UPP Saonek akan kembali dimintai keterangan dan penjelasan lebih lanjut terkait dengan kejadian kandasnya kapal tersebut yang menyebabkan kerusakan terumbu karang Raja Ampat.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia telah membentuk tim bersama yang terdiri atas berbagai kementerian dan lembaga terkait, yaitu Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, Polri, serta pemda setempat untuk menentukan langkah strategis penanganan kerusakan terumbu karang berikut dengan penghitungan kerugian yang ditimbulkan.

Untuk itu, tim bentukan pemerintah tersebut akan melakukan joint survey bersama pihak asuransi guna mendapatkan seberapa luas kerusakan terumbu karang, yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Jumat (17/3).

"Pada prinsipnya, kami siap berkoordinasi dalam penyelesaian kejadian tersebut. Selain mengirimkan surat ke flag state kapal tersebut, kami akan memanggil pemilik kapal/agen, juga pihak asuransi," ujar Tonny.
(nwk/try)
FOKUS BERITA: Karang Raja Ampat Rusak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed