DetikNews
Kamis 16 Maret 2017, 00:33 WIB

Komisi II Belum Jadwalkan Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu

Elza Astari Retaduari - detikNews
Komisi II Belum Jadwalkan Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Komisi II DPR hingga saat ini belum bisa memastikan kapan akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon anggota KPU dan Bawaslu. Padahal Presiden Joko Widodo sudah mengirimkan surat berisi nama-nama calon yang merupakan hasil dari Panitia Seleksi.

Ketua Komisi II Zainudin Amali menyebut DPR akan memanggil terlebih dahulu Panitia Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu pada Senin (20/3) pekan depan. DPR ingin mendengar alasan Pansel memilih nama-nama yang diajukan tersebut.

"Komisi II akan minta penjelasan sedetail mungkin terhadap pimpinan Pansel tentang 14 nama komisioner KPK dan 10 nama calon Bawaslu, kenapa mereka? Apa alasannya? Itu akan berkembang dalam rapat tersebut," ungkap Amali di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Surat Presiden mengenai nama-nama calon anggota KPU dan Bawaslu telah dibacakan pada sidang paripurna DPR, Kamis (23/2). Namun Amali menyatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan fit and proper test akan dilakukan.

"Jadi saya belum bisa memastikan kapan fit and proper test. Setelah dengar Pansel, Komisi II akan ambil sikap. Apakah fit and proper test dilakukan dengan menerima nama-nama 14 KPU dan 10 Bawaslu," ujarnya.

Komisi II sendiri menganjurkan agar pemilihan anggota KPU dan Bawaslu tidak dilakukan lebih dahulu mengingat saat ini revisi UU Penyelenggaraan Pemilu belum selesai. Sedangkan masa tugas komisioner KPU dan Bawaslu periode ini akan selesai pada 12 April mendatang.

"Bersamaan dengan sekarang ini, Pansus Pemilu sedang membahas penyelenggara pemilu, yakni KPU-Bawaslu. Ada beberapa hal yang substantif yang berbeda dengan UU lama, seperti apa kita belum tahu," terang Amali.

"Dilema Komisi II, pembahasan tentang pemilu itu belum selesai, sementara kita dihadapkan pada selesainya masa bakti KPU yang sekarang. Kalau ini dikomunikasikan dengan baik, kita akan bisa mendapatkan jalan keluar yang baik, tapi jangan bertentangan dengan keputusan yang ada," imbuh politikus Golkar itu.

Amali sendiri belum bisa memastikan apakah Komisi II akan berkenan melakukan fit and proper test terhadap nama-nama calon komisioner KPU dan Bawaslu yang diajukan Pansel. Kemungkinan DPR mengembalikan nama hasil seleksi Pansel masih mungkin terjadi.

"Itu alternatif kemungkinan yang akan muncul setelah rapat internal," kata Amali.

Nama-nama calon anggota KPU dan Bawaslu sendiri telah diserahkan kepada Presiden Jokowi oleh Pansel pada 1 Februari lalu. DPR akan menyeleksi nama-nama yang telah lolos seleksi untuk menjabat sebagai anggota KPU dan Bawaslu periode 2017-2022.

Berikut nama calon anggota Bawaslu RI:

1. Ratna Wewi Petalolo

2. Mohamad Najib

3. Abhan

4. Sri Wahyu Araningsih

5. Fritz Edward Siregar

6. Syafrida Rachmawati Rasahan

7. Mochammad Afifudin

8. Herwin Jefier Hielsa Malonda

9. Abdullah

10. Rahmad Bagja


Berikut nama calon anggota KPU RI:

1. Amus Atkana

2. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi

3. Ilham Saputra

4. Evi Novida Ginting Manik

5. Ferry Kurnia Rizkiyansyah

6. Ida Budhiati

7. Wahyu Setiawan

8. Sri Budi Eko Wardani

9. Pramono Ubaid Tanthowi

10. Yesst Y Momongan

11. Hasyim Asy'ari

12. Arief Budiman

13. Viryan

14. Sigit Pamungkas
(elz/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed