Polri: Tersangka Belajar Rakit Bom Panci Bandung Secara Online

Bartanius Dony - detikNews
Senin, 13 Mar 2017 13:41 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Para pelaku bom panci yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat, disebut belajar merakit bom dari internet atau secara online. Metode belajar online ini dikatakan sudah menjadi tren di kalangan kelompok teror.

"Umumnya mereka belajar dari yang disebut sebagai online training," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

"Fenomena online training sudah menjadi tren di kalangan pelaku kejahatan aksi teror," sambung Boy.

Boy menyebut fenomena ini sudah menjadi informasi umum. Bahkan di beberapa portal online disebut menyampaikan cara perakitan bom.

"Termasuk juga bahwa bom panci ini menjadi bom yang diembuskan oleh markas besar ISIS," ujarnya.

Meskipun bom panci berdaya ledak kecil, namun bom ini dinilai efektif dalam menyampaikan pesan aksi teror. Boy menyebut penggubaab bom panci ini merupakan strategi atau metode baru dari kelompok teror.

"Kalau dia berhadapan dengan cara frontal, kekuatan yang mereka miliki tidak sepadan jika berhadapan dengan state aktor. Jaringan teror ini hanya menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang keberadaan atau eksistensi mereka," ujarnya.

"Jadi pesan-pesan teror memang lebih masif walaupun dari efek peristiwa itu kategorinya aksi-aksi yang sifatnya parsial," tuturnya.

(brt/idh)