Diboyong ke Nusakambangan, WN China Ini Selundupkan 300 Kg Sabu

Andi Saputra - detikNews
Senin, 13 Mar 2017 09:56 WIB
Jakarta - Terpidana mati WN China, Chen Weibiao, diboyong ke Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Kejaksaan belum memberikan pernyataan apakah pemindahan Chen terkait dengan persiapan eksekusi mati gelombang IV atau bukan.

Dalam catatan detikcom, Senin (13/3/2017), penyelundupan ini cukup rapi, yaitu Chen berangkat terlebih dahulu ke Indonesia pada pertengahan 2014 untuk menyiapkan proses penyelundupan. Setiba di Jakarta, Chen menyewa sebuah rumah mewah di perumahan elite RT 03 RW 17 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kepada ketua RT setempat, Chen mengaku berbisnis di bidang industri batu bara.

Chen mengamati situasi dan kondisi Jakarta dengan saksama. Setelah dirasa aman, Chen mengontak kekasihnya yang ada di China, Li Linfei, untuk berangkat ke Indonesia. Terbanglah Li dari Guangzhou pada Oktober 2014.

Setiba di Jakarta, sejoli itu mulai mengatur impor sabu bernilai lebih dari Rp 300 miliar. Chen mengontak rekannya di China dan menyatakan situasi aman.

Paket sabu yang disarukan dalam 80 paket mainan anak lewat jasa kargo pun dikirim. Ada juga yang disisipkan ke dalam paket manisan jeruk untuk mengelabui anjing pelacak. Pada pertengahan November 2014, paket itu berlabuh di Pelabuhan Muara Karang. Total sabu yang diselundupkan mencapai 300 kg.

Radar BNN pun berbunyi begitu mendapat sinyal ada penyelundupan narkoba dalam skala luar biasa besar. Penyidik BNN langsung siaga satu dan menyadap semua akses Chen.

Ketika sebuah mobil boks memasuki rumah Chen pada 22 November 2014 pukul 11.00 WIB, penyidik BNN memantau lekat-lekat pergerakan mobil tersebut. Mobil boks berhenti dan dilakukan bongkar barang. Paket mainan anak berpindah ke dalam rumah dan Chen menandatangani berkas jasa ekspedisi.

Bruk!!! Penyidik BNN langsung menggerebek Chen serta kekasihnya, Li. Mendapati tim BNN ini, Chen dan Li pasrah tidak berani melawan. Digelandanglah keduanya ke markas BNN untuk diproses secara hukum.

Pada 1 Juli 2015, Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menjatuhkan hukuman mati kepada Chen, sedangkan Li divonis bebas. Vonis mati Chen tidak berubah hingga Mahkamah Agung (MA), sedangkan Li dihukum 20 tahun penjara di tingkat kasasi.

Selain Chen, berikut ini 6 gembong narkoba yang dipindah ke Nusakambangan, akhir pekan lalu:

1. WN AS, Frank Armando
2. WN Malaysia, E Wee Hock
3. WN Nigeria, Frank Chiediebere Nwaomeka
4. WN Hong Kong, Lai Shiu Cheung Anika
5. WN China, Lo Tin Yau
6. WN China, Xiao Jin Zeng (asp/dha)