DetikNews
Jumat 10 Mar 2017, 17:50 WIB

Pelaku Pencabulan Anak di Aceh Besar Dihukum Cambuk 112 Kali

Agus Setyadi - detikNews
Pelaku Pencabulan Anak di Aceh Besar Dihukum Cambuk 112 Kali Foto: Pelaku cabul dihukum cambuk (Agus-detikcom)
Banda Aceh - Seorang pria asal Aceh Besar, Aceh dicambuk sebanyak 112 kali di depan umum karena terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap tiga anak. Dia melakukan aksi bejat itu pada tahun 2016. Korbannya tiga anak laki-laki.

Pantauan detikcom, eksekusi cambuk terhadap pria bernama Darmawan (41) asal Kecamatan Suka Makmur digelar di halaman masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat (10/3/2017). Terpidana dihadirkan ke atas panggung dan proses cambuk disaksikan sejumlah masyarakat.

Pria yang berprofesi sebagai petani dan nyambi menjadi asisten guru ngaji dieksekusi oleh dua orang algojo. Setelah dicambuk 50 kali, algojo diganti. Namun eksekusi terhadapnya sempat ditunda karena terpidana menyerah pada cambukan ke 80.

Setelah diberi waktu istirahat beberapa menit, ia kembali dihadapkan ke hadapan algojo. Eksekusi terhadap Darmawan selesai dilakukan. Setelah hitungan ke 112, Darmawan dibawa turun dari panggung dan dijaga oleh beberapa polisi syariah.

Saat proses eksekusi berlangsung, beberapa warga menyorakinya. Terlebih, saat ia menyatakan sudah tidak tahan lagi dengan eksekusi. Setelah selesai cambuk, ia kembali disoraki masyarakat yang hadir.

Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, Aziz, mengatakan, Darmawan terbukti melakukan jarimah pelecehan seksual terhadap anak sehingga dijerat dengan pasal 47 Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayah. Dalam persidangan, JPU menuntut hukuman 120 kali cambuk dan putusan hakim sama dengan tuntutan jaksa.

"Dalam sidang, kasusnya dipisah jadi tiga berkas karena waktu dan lokasi kejadian berbeda antara ketiga korban ini," kata Aziz usai cambuk.

Menurutnya, terbongkarnya kasus pelecehan terhadap ini berawal dari ketiga korban saling bercerita tentang perbuatan terpidana. Para korban ini kemudian mengadu kepada orangtua mereka.

Mengetahui anak mereka dilecehkan, orang tua korban selanjutnya melapor kasus tersebut ke Polsek Suka Makmur, Aceh Besar, Aceh. Darmawan akhirnya dibekuk polisi pada 27 Juli 2016 lalu dan mendekam di tahanan.

Setelah proses penyidikan selesai, kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jantho. Darmawan selanjutnya menjalani sekitar 10 kali persidangan untuk tiga berkas tersebut. Oleh Mahkamah Syariah Negeri Jantho, ia dihukum 120 kali cambuk.

"Diputus 120 kali tapi karena sudah mendekam di penjara sekitar delapan bulan, makanya dikurangi delapan kali cambuk. Jadinya hari ini terpidana dicambuk 112 kali," jelas Aziz.


Warga Non Muslim Dicambuk karena Judi

Selain mengeksekusi pelaku pelecehan seksual, tiga pejudi di Aceh Besar juga menjalani hukuman. Dari ketiga terpidana, dua di antaranya merupakan warga non-muslim.

Mereka ditangkap pada 1 Januari lalu saat tengah berjudi sabung ayam di sebuah kebun di Kecamatan Montasik Aceh Besar. Kedua warga non-muslim ini menundukkan diri ke dalam hukum Jinayah sehingga ikut dicambuk hari ini.

"Mereka (non-muslim) diberi pilihan. Tapi keduanya menundukkan diri ke ketentuan Qanun Jinayah," ungkap Aziz.

Ketiga terpidana judi sabung ini adalah Alem (57) beragama Buddha asal Banda Aceh dan dicambuk sebanyak sembilan kali, Amel (60) beragama Buddha asal Banda Aceh dan dicambuk sebanyak tujuh kali dan Mukhlis (35) warga Aceh Besar dihukum tujuh kali cambuk.

Saat ditangkap beberapa waktu lalu, polisi mengamankan dua ekor ayam dan uang tunai sebesar Rp 400 ribu. Setelah menjalani persidangan, ketiganya divonis 10 kali cambuk.


Pasangan Mesum Dihukum Cambuk 100 Kali

Tak hanya dua kasus tersebut, satu pasangan yang kepergok mesum juga dieksusi di lokasi yang sama. Pasangan remaja ini ditangkap oleh warga saat tengah berduaan di sebuah rumah di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar pada 8 Oktober 2016 silam.

Saat menjalani persidangan di Mahkamah Syariah Kota Jantho, pihak kejaksaan menuntut keduanya dengan pasal tentang ikhtilat (bercumbu). Tapi di dalam persidangan, RA (25) dan pasangan perempuan CNJ (18) mengaku telah berbuat zina.

Di depan hakim, keduanya juga bersumpah telah berzina. Majelis hakim akhirnya memvonis keduanya dengan hukuman 100 kali cambuk dikurangi masa tahanan.

Ketika proses cambuk berlangsung, RA sempat dibawa turun dari panggung usai sabetan ke-50. Ia ketahuan menggunakan beberapa lapis pakaian untuk mengatasi sakit. Setelah beberapa pakaiannya dibuka, ia kemudian dihadirkan kembali ke hadapan algojo.

RA disabet sebanyak 94 kali sementara perempuan CNJ dicambuk sebanyak 99 kali. Usai dicambuk, mereka diperiksa kesehatan di dalam sebuah ambulans yang disediakan di lokasi eksekusi.


(rvk/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed