DetikNews
Jumat 10 Maret 2017, 06:30 WIB

Updated

240 M dari Total Uang Korupsi e-KTP Jadi 'Bancakan' Anggota DPR

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
240 M dari Total Uang Korupsi e-KTP Jadi Bancakan Anggota DPR Foto: Tim Infografis/detikcom
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Kerugian negara dalam megaproyek e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun. Dari angka tersebut, sebagian besar mengalir ke kantong para politikus DPR.

Terdapat 25 nama politikus dalam dakwaan sidang kasus dugaan korupsi e-KTP yang dibacakan jaksa, Kamis (9/3/2017). Dari 25 politikus itu, ada yang masih aktif sebagai anggota DPR, ada yang sudah menjadi menteri atau kepala daerah, ada yang sudah dipecat dari partainya, dan ada pula yang telah meninggal dunia.


Diolah dari data dalam dakwaan tersebut, total uang yang masuk ke kantong para politikus DPR kurang-lebih sebesar Rp 240 miliar. Dengan demikian, 78 persen dari kerugian negara dalam kasus e-KTP menjadi bancakan anggota Dewan.

Sebagian politikus yang namanya disebut menerima uang dari proyek e-KTP telah membantah. Sedangkan sebagian besar lainnya tak dapat dihubungi.

"Saya kaget mendengar nama saya dicatut dan dituduh menerima dana bancakan e-KTP. Saya tidak pernah menerima dana tersebut dan tidak pernah berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP, kecuali dalam rapat-rapat DPR," ujar mantan anggota DPR dari F-PDIP yang kini menjabat Menkum HAM, Yasonna Laoly, saat dimintai konfirmasi detikcom.

Hal yang sama dilontarkan oleh Ganjar Pranowo (eks anggota F-PDIP DPR yang kini Gubernur Jawa Tengah) dan Olly Dondokambey (eks anggota F-PDIP DPR yang kini Gubernur Sulawesi Utara). Selain itu, politikus PKS Jazuli Juwaini membantah isi dakwaan yang menyebut namanya.

"Saya dari 2009 sampai 2013 itu di Komisi VIII, 1 Juni 2013 baru di Komisi II. Kejadian e-KTP itu pada 2011-2012, pada saat itu saya bukan anggota Komisi II, bukan Kapoksi II, bukan pimpinan Komisi II, bukan pimpinan dan anggota Banggar. Saya agak terkejut dan kaget mendapat kabar ini," ujar Jazuli kepada detikcom.

Nama-nama yang ada di dalam dakwaan merupakan anggota DPR yang menjabat pada periode 2009-2014. Siapa saja mereka? Berikut ini nama-namanya dan uang yang disebut telah mereka terima dalam dakwaan sidang kasus e-KTP:

Fraksi Partai Demokrat

1. Anas Urbaningrum USD 5,5 juta
2. Mirwan Amir USD 1,2 juta
3. Ignatius Mulyono USD 258 ribu (meninggal dunia)
4. Taufik Effendi USD 103 ribu
5. Markus Nari Rp 4 miliar dan USD 13 ribu
6. Khatibul Umam Wiranu USD 400 ribu
7. M Jafar Hafsah USD 100 ribu
8. Marzuki Alie Rp 20 miliar

Subtotal: USD 7,5 juta dan Rp 24 miliar

Fraksi PDIP

1. Olly Dondokambey USD 1,2 juta
2. Arif Wibowo USD 108 ribu
3. Ganjar Pranowo USD 520 ribu
4. Yasonna Laoly USD 84 ribu

Subtotal: USD 1,9 juta

Fraksi Golkar

1. Melcias Marchus Mekeng USD 1,4 juta
2. Chaeruman Harahap USD 584 ribu dan Rp 26 miliar
3. Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Banggar DPR USD 1,047 juta
4. Mustokoweni USD 408 ribu (meninggal dunia)
5. Ade Komarudin USD 100 ribu

Subtotal: USD 3,5 juta dan Rp 26 miliar

Fraksi PKS

1. Tamsil Linrung USD 700 ribu
2. Jazuli Juwaini USD 37 ribu

Subtotal: USD 737 ribu

Fraksi PAN

1. Teguh Djuwarno USD 167 ribu

Subtotal: USD 167 ribu

Fraksi Hanura

1. Miryam S Haryani USD 23 ribu
2. Djamal Aziz USD 37 ribu

Subtotal: USD 60 ribu

Fraksi Gerindra

1. Rindoko USD 37 ribu

Subtotal: USD 37 ribu

Fraksi PPP

1. Nu'man Abdul Hakim USD 37 ribu

Subtotal: USD 37 ribu

Fraksi PKB

1. Abdul Malik Haramain USD 37 ribu

Subtotal: USD 37 ribu

Lainnya

1. Sebanyak 37 anggota Komisi II masing-masing antara USD 13 ribu dan USD 16 ribu

Subtotal: USD 556 ribu

Total: USD 14,619 juta dan Rp 50 miliar atau kurang-lebih Rp 240 miliar (jika kurs dollar AS terhadap Rupiah adalah Rp 13.000/USD)

Sebelumnya terdapat kesalahan penghitungan sehingga total aliran dana menjadi Rp 1,8 triliun atau 78 persen dari Rp 2,3 triliun. Penghitungan yang benar adalah total dana diduga jadi bancakan anggota DPR sebesar Rp 240 miliar.
(bag/fjp)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed