Slot Penerbangan ke Saudi Ditambah, Menhub Hitung Peluang Bisnis

Nograhany Widhi K - detikNews
Kamis, 02 Mar 2017 19:50 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud berimbas bertambahnya kuota haji dan penerbangan ke Saudi. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya akan menghitung peluang bisnisnya.

Menindaklanjuti kerja sama dua otoritas penerbangan sipil yang diteken di depan Raja Salman dan Presiden Jokowi pada Rabu (1/3) kemarin, Menhub Budi menyatakan pihaknya akan menyusun perencanaan dalam waktu dekat. Yakni dengan melihat berbagai peluang bisnis, termasuk mengenai dikembalikannya kuota haji dan kapasitas umrah oleh Kerajaan Arab Saudi.

"Bisnisnya seperti apa, kira-kira ada tambahan berapa, kita bagi dua. Dengan dasar itu kita apply slot-slotnya ke mereka. Batasnya slot dan pasar," terangnya dalam rilis yang diterima, Kamis (2/3/2017).

Business plan yang disusun sekaligus memperbaiki rencana kerja ke depan. Diharapkan dalam 2 sampai 3 bulan ke depan rencana tersebut dapat segera dieksekusi.

"Saya pikir 2-3 bulan ke depan karena menangkap peluang bisnisnya dulu, dihitung," demikian imbuh Menhub.

Disampaikan, dengan adanya kerjasama itu, ke depan penerbangan berjadwal Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya akan lebih elastis. Terutama warga sipil yang hendak bepergian ke Jeddah dan Madinah untuk umroh ataupun berlibur. Kemudahan penerbangan ke Arab Saudi ini, lanjut Menhub Budi, sangat penting karena tingginya animo masyarakat Indonesia bepergian ke Arab Saudi setiap tahunnya.

Imbas penambahan slot penerbangan plus kuota haji, Menhub menambahkan perlu adanya kota asal untuk penerbangan umrah dan haji. Dan rencananya, Kemenhub akan menambahkan 3 kota asal lagi untuk penerbangan ke Saudi.

"(Memang) perlu ada tambahan kota, karena kuota kita banyak sekali sehingga butuh ruang strategis untuk kita tambahkan. Bandara yang sudah ada itu kita unlimited, ada tambahan kota tujuan penerbangan lagi yang diberikan dalam kerja sama tersebut yaitu 3 kota Solo, Balikpapan dan Ujungpandang (Makassar), di samping yang sudah diberikan saat ini Jakarta, Surabaya dan Medan untuk penerbangan regular," jelasnya. (nwk/try)