DetikNews
Senin 27 Februari 2017, 13:37 WIB

Panglima: Bila Anggota TNI Korupsi, Hukuman Lebih Berat dari Sipil

Ahmad Ziaul Fitrahudin - detikNews
Panglima: Bila Anggota TNI Korupsi, Hukuman Lebih Berat dari Sipil Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa/Puspen TNI)
Tangerang Selatan - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mewanti-wanti keras soal korupsi di lembaga militer negara. Gatot berjanji akan memberikan hukuman lebih berat jika ada anggota TNI yang terlibat korupsi.

"Tahun ini TNI bersih-bersih korupsi. Kita ketahui korupsi di TNI tidak hanya TNI tapi korupsi TNI dan sipil. Inilah yang harus benar-benar belajar banyak baik dari badan POM maupun oditur, baik itu POM laut, darat, udara. Dan biasa kalau TNI yang lebih tahu hukum, melakukan pelanggaran hukum pasti hukumannya lebih berat dari pada sipil. Itu janji saya," kata Gatot saat menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparat yang digelar KPK di Hotel Santika Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (27/2/2017).

Untuk penindakan tindak pidana korupsi, Gatot mengatakan TNI bekerja sama dengan berbagai stakeholder. Menurutnya, kebutuhan informasi antar lembaga penegak hukum sangat diperlukan untuk mengungkap korupsi di lembaga militer negara.

"Saya sampaikan kerja sama bukan hanya dengan KPK, juga BPK, PPATK dan Kepolisian, mengapa demikian? Karena korupsi ini makin canggih. Tidak bisa TNI bekerja sendiri," tutur Gatot.

"Kedua apabila ada oknum TNI bekerja sama dengan sipil, informasi ini kami dapatkan dari dari PPATK maupun kepolisian maupun KPK," lanjutnya.

Kabar terbaru, korupsi terungkap pula di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Gatot pun berharap bila ada kasus korupsi lainnya segera terungkap.

"Untuk menangkap tangan kita bekerja sama dengan KPK. Yang sipil ditangkap KPK, militer oleh POM. Seperti Bakamla kemarin. Ini adalah proses yang panjang kerja sama TNI, Kepolisian, KPK dan BPK. Tapi kita bekerja secara senyap. Mudah-mudahan dalam dekat ada yang ketangkap lagi," ucap Gatot.

Selain itu, Gatot juga menegaskan pensiunan TNI pun bisa juga dijerat apabila terbukti. Menurutnya, pengungkapan kasus yang melibatkan TNI tinggal menunggu waktu saja.

"Yang pensiun tinggal tunggu. Yang pensiun urusan polisi. Korupsi tidak mengenal waktu. Jangan mentang-mentang pensiun, nggak bisa. Itu masih bisa. Jangan mentang-mentang pensiun tidak kena," tegas Gatot.
(azf/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed