Massa Kontra-Ahok Baca Al-Fatihah untuk Habib Rizieq dan Munarman

Hary Lukita Wardani - detikNews
Senin, 13 Feb 2017 11:07 WIB
Massa kontra-Ahok di depan gedung Kementan. (Lukita/detikcom)
Jakarta - Massa ormas kontra-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggelar aksi di depan gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Mereka membacakan Surat Al-Fatihah untuk Habib Rizieq dan Munarman, yang diperiksa polisi hari ini.

Rizieq Syihab diperiksa dalam kasus dugaan pelecehan Pancasila di Polda Jawa Barat. Sedangkan Munarman sedang tersandung kasus pelecehan pecalang yang ditangani Polda Bali.

"Mari kita bersama-sama kirim Al-Fatihah agar diberi kekuatan bagi mereka menjalani pemeriksaannya," ucap seorang orator di Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

Massa kontra Ahok di depan gedung KementanMassa kontra-Ahok di depan gedung Kementan. (Lukita/detikcom)


Setelah membaca Al-Fatihah bersama-sama, orator berbicara beberapa hal mengenai situasi saat ini yang dihadapi Indonesia.

Sementara itu, massa pro-Ahok kali ini terlihat sepi di depan gedung Kementan. Hanya ada beberapa orang yang datang. Mereka juga tidak melakukan orasi.

"Iya, memang ada beberapa alasan ya kenapa hari ini sedikit yang datang. Pertama sekali karena hari ini adalah minggu tenang untuk Pilkada DKI," ucap salah satu anggota massa pro-Ahok, Mulyono, saat ditemui detikcom.

Massa pro Ahok di depan gedung KementanMassa pro-Ahok di depan gedung Kementan. (Lukita/detikcom)


Alasan kedua, dalam sidang tersebut, yang dihadirkan sebagai terdakwa adalah Ahok, cagub nomor urut 2.

"Kedua, yang dihadirkan dalam sidang sebagai terdakwa dugaan penistaan agama adalah Ahok, nomor urut dua, jadi dengan kata lain, seandainya kami kemari pun menggunakan atribut yang dilarang pada masa tenang," lanjut Mulyono.

Sedangkan alasan ketiga, dikatakannya, ada selebaran informasi dari atasan untuk tidak datang dalam sidang Ahok kesepuluh ini.

"Terakhir karena kami ingin berjaga-jaga jika ada pihak tertentu yang berupaya mengotori calon nomor urut dua dengan menggunakan atribut kampanye yang dilarang," imbuhnya.

Terlihat beberapa massa pro-Ahok memang tidak menggunakan baju kotak-kotak khasnya. Mereka hanya menggunakan pakaian kasual, seperti kaus, ada pula yang mengenakan baju batik.



(idh/van)