ADVERTISEMENT

Dugaan Korupsi Rp 38 M, Buron Kejati Jabar Ini Ditangkap di Jakarta

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 10 Feb 2017 18:01 WIB
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung - George Gunawan menghalangi wajahnya dengan tas plastik berwarna merah untuk menghindari jepretan kamera awak media. Sejumlah petugas bergegas menggiring tersangka kasus dugaan korupsi senilai Rp 38 miliar ini ke halaman kantor Kejati Jabar menuju mobil tahanan, lalu diboyong ke Rutan Kebonwaru, Bandung. Pria tersebut adalah buron Kejati Jabar yang diringkus di salah satu hotel di Jakarta Selatan oleh petugas gabungan.

George menjabat Direktur PT Tambak Mas Makmur. Kejati Jabar menyematkan status tersangka kepadanya lantaran dugaan korupsi bantuan budidaya udang pada 2012 di Desa Bungko dan Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang.

"Berdasarkan hasil audit oleh tim auditor BPKP Jabar, kerugian negara nilainya Rp 38 miliar dalam bentuk barang," kata Kepala Kejati Jabar Setia Untung Arimuladi kepada wartawan di Kejati Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Jumat (10/2/2017).

Untung menjelaskan, sejak Juni 2016, George telah dinyatakan sebagai tersangka kasus tersebut. Bertepatan dengan tahap penyidikan, Untung melanjutkan rupanya George tak kooperatif alias berulang kali mangkir dari pemeriksaan.

"Tersangka ini lima kali tidak memenuhi panggilan penyidik (Kejati Jabar)," ujar Untung.

Pada 14 Oktober 2016, Kejati Jabar menetapkan George sebagai buron. Surat perintah penangkapan George diterbitkan Kejati Jabar pada 31 Oktober 2016.

Menurut Untung, Kejati Jabar meminta bantuan personel Kejagung RI untuk bersama-sama memburu George. Tim Monitoring Center Kejagung RI serta tim penyidik Kejati Jabar berhasil menangkap George, yang tengah sendirian di hotel kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017) kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB.

"Setelah pemeriksaan medis, George dinyatakan sehat. Lalu tersangka dibawa ke Bandung untuk dilakukan penahanan 20 hari ke depan," ujar Untung.


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT