DetikNews
2017/02/07 23:35:32 WIB

Ini Pidato Politik Lengkap SBY di Dies Natalis Partai Demokrat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Halaman 1 dari 13
Ini Pidato Politik Lengkap SBY di Dies Natalis Partai Demokrat Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato politik dalam dies natalis PD ke-15. Ada tiga poin besar yang dibicarakan SBY dalam pidatonya malam ini.

Tiga poin besar itu adalah soal keadilan, kebinekaan, dan kebebasan.

"Ketiga isu ini amat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ketiga isu ini sekarang juga sedang menjadi perhatian publik yang luas," ujar SBY mengawali pidato politiknya di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Dalam pidato berdurasi kurang-lebih 70 menit tersebut, SBY juga menyoroti soal isu-isu terkini. Termasuk rangkaian aksi bela Islam, kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama, hingga peristiwa yang terjadi pada dirinya sendiri.

Salah satunya adalah soal demo mahasiswa di depan rumah SBY yang berada di Mega Kuningan, Senin (6/2) lalu. Dalam pidatonya, SBY juga banyak menyinggung mengenai kinerja pemerintah dan memberi masukan, termasuk untuk Presiden Joko Widodo dan aparat penegak hukum.

Berikut ini pidato lengkap SBY:

Para pemimpin dan Kader Demokrat yang saya cintai, Hadirin sekalian yang saya hormati, Alhamdulillah, Partai Demokrat, partai kita, genap berusia 15 tahun.

Meskipun muda dalam usia, Partai Demokrat kaya dengan pengalaman. Kaya dengan dinamika dan romantika, pasang dan surut, serta tantangan dan peluang.

Bulan September 2016 yang lalu, ulang tahun Partai Demokrat kita peringati secara sederhana. Karenanya, hari ini, saya akan menyampaikan pidato politik dalam rangka Rapimnas sekaligus pidato dies natalis partai kita.

Tema besar pidato saya adalah Indonesia Untuk Semua. Indonesia For All. Dan saya akan soroti tiga topik penting, yaitu keadilan, kebhinnekaan dan kebebasan. Justice, diversity and freedom. Ketiga isu ini amat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketiga isu ini sekarang juga sedang menjadi perhatian publik yang luas.

Saudara-saudara,
Kita tahu, keadilan, kebhinnekaan dan kebebasan mudah diucapkan, tetapi tidak mudah untuk diwujudkan. Dulu, ketika membahas dasar-dasar Indonesia Merdeka, para pendiri republik memberikan perhatian sangat khusus atas tiga isu ini. Konstitusi kita, UUD 1945, juga memberikan tempat yang terhormat terhadap keadilan, kebhinnekaan dan kebebasan.

Negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar agar keadilan tegak, kebhinnekaan diwujudkan, dan kebebasan dijamin serta diberi ruang yang cukup. Namun, sejak Indonesia berdiri, dari satu pemimpin ke pemimpin yang lain, dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain, tidak selalu mudah mewujudkan 3 hal besar ini. Selalu saja ada tantangan dan permasalahannya.

Sehingga, jika dalam pidato ini saya mengangkat keresahan banyak kalangan tentang wajah keadilan dan kebebasan, dan dalam batas-batas tertentu juga kebhinnekaan kita, tidak berarti begitu saja saya menyalahkan negara dan pemerintah. Tidak berarti pemerintah alpa dan menyimpang.

Yang saya sampaikan ini anggaplah sebuah wake up call, atau peringatan dini. Wake up call kepada para penyelenggara negara, dan juga kepada kita semua. Kita mesti peduli, bertanggung jawab dan melakukan sesuatu untuk kebaikan bangsa kita.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed