Kapan Bertemu dengan Ma'ruf Amin? Ahok: Waktunya Belum Ada

Bisma Alief Laksana - detikNews
Kamis, 02 Feb 2017 11:49 WIB
Ahok saat blusukan di Ciracas (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Basuki T Purnama (Ahok) belum tahu kapan dirinya akan bertemu dengan Ketum MUI Ma'ruf Amin. Dia menyerahkan urusan tersebut kepada penasihat hukumnya.

"Kamu tanya penasihat hukum (kapan bertemu Ma'ruf Amin)," kata Ahok seusai blusukan di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/2/2017).

"Nggak tahu saya," lanjutnya.

Baca Juga: Ketum MUI Ma'ruf Amin Memaafkan Ahok

Ahok sendiri mengaku belum ada waktu untuk bertemu dengan Ma'ruf Amin. Karena itu, dia lebih memilih meminta maaf lewat surat dan video terlebih dahulu.

"Karena waktu ketemu belum ada, nanti pasti ketemu. Yang penting sudah disampaikan ke media lebih dulu," tutur Ahok.

Terkait dengan adanya permintaan dari Yenny Wahid kepada Ahok agar langsung bertemu dan meminta maaf langsung kepada Ma'ruf Amin, Ahok mengatakan hal tersebut wajib dilakukan. Apalagi pertemuan tersebut bisa menyambung tali silaturahmi.

"Kalau ketemu silaturahmi, ya wajib dong semua," tutup Ahok.

Baca Juga: Yenny Wahid: Kita Siap Kawal Pak Ahok Minta Maaf ke Kiai Ma'ruf Amin
Sebelumnya, Ahok sudah meminta maaf kepada Ma'ruf Amin lewat sepucuk surat dan sebuah video. Berikut ini isi surat pemintaan maaf Ahok kepada Ketum MUI tersebut:

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma'ruf Amin, Rais Aam PBNU

Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan, saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:

1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Ma'ruf Amin ke polisi, kalau pun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kyai Ma'ruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.

2. Saya meminta maaf kepada KH Ma'ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.

3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma'ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan Penasihat Hukum saya. Saya hanya disodorkan berita liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Ma'ruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada Penasihat Hukum saya.

Demikian Klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak -pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.

Jakarta 1 Februari 2017

Basuki Tjahaja Purnama



(bis/imk)