Ini Video Klarifikasi Penyebar Berita Detikcom Hoax

Nugroho Tri Laksono - detikNews
Rabu, 25 Jan 2017 15:12 WIB
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Jakarta - Sejumlah pihak yang menyebut detikcom menebar berita kebohongan melalui akun Facebook-nya akhirnya meminta maaf. Mereka menegaskan detikcom tidak pernah menebar berita hoax mengenai sosok Nurul Fahmi (26), yang sempat ditahan karena bendera bertuliskan huruf Arab.

Melalui media sosial Facebook, dua orang, yakni Suryani dan Siti Zuhaerryah, menanggapi berita detikcom tentang keseharian Fahmi menurut tetangga sekitar. Dalam posting-annya ditambahkan kata-kata detikcom telah menebar berita bohong.

Simak Juga: Kata Ketua RW Soal Pembawa Bendera RI Bertuliskan Arab

Setelah detikcom melakukan tabayun selama dua hari, yakni Senin (23/1) dan Rabu (25/1), pemilik akun Facebook Suryani Cangai dan Herra Siti Zuhaerryah akhirnya menarik semua pernyataannya sembari meminta maaf kepada keluarga besar dan pembaca detikcom. Tabayun diikuti oleh Suryani, Siti Zuhaerryah, mediator Ustaz M Ghozali, Nurul Fahmi dan keluarga, serta keluarga besar detikcom yang dipimpin oleh Direktur Pemberitaan Ahmad Ridwan Dalimunthe. Setelah proses tabayun, Suryani dan Herra menegaskan detikcom tidak menebar berita hoax.

Pernyataan keduanya direkam oleh tim 20detik dan keduanya juga berkomitmen akan mengklarifikasi di melalui akun Facebook mereka.
Berikut transkrip klarifikasi lengkap Suryani yang bersebelahan dengan Herra, usai mediasi dengan detikcom di kediaman Nurul Fahmi di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2017):

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Sebelumnya perkenalkan saya Suryani pemilik akun dari Suryani Cangai yang telah menyebarkan berita bahwasanya detik telah melakukan berita hoax terhadap sosok NF atau Nurul Fahmi.

Sebelumnya saya ingin memohon maaf kepada keluarga besar detik maupun kepada pembaca detik karena ternyata setelah kami melakukan duduk bersama dengan pihak detik maupun keluarga besar NF kami telah menemukan bahwasanya detik sama sekali tidak membuat berita hoax karena detik melakukan berita tersebut berdasarkan fakta di lapangan. Hanya saja kesalahpahaman ini terjadi akibat dari inkonsistensi dari narasumber itu sendiri yang memberikan pernyataan yang berbeda dengan detik dan berbeda juga dengan keluarga besar.

Demikian, sekali lagi kami berdua mohon maaf atas berita yang telah kami luncurkan terhadap detik.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

(van/try)