Pesawat Express Air Mengalami Masalah Udara, 5 Penumpang Mimisan

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Minggu, 22 Jan 2017 22:21 WIB
Ilustrasi Pesawat (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta - Pesawat Express Air dengan nomer penerbangan XN 812 tujuan Kota Sorong, Papua Barat, mengalami masalah penerbangan pada penerbangan Minggu (22/1) dini hari. Pesawat yang lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, itu mengalami masalah tekanan udara beberapa saat setelah lepas landas.

Humas Ditjen Hubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio mengatakan kejadian itu bermula saat sang pilot menyadari adanya perubahan teknanan udara dan mengakibatkan 5 orang penumpang mengalami mimisan. Pesawat itu pun kembali ke Soetta dan menghentikan perjalanan setelah take off dari Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (22/1) dini hari yakni pukul 01.10 WIB.

"Setelah terbang mengudara kurang lebih 15 menit pilotnya menemukan adanya permasalahan, trouble di tekanan udara. Sehingga ada masalah itu, pilot memutuskan RTB (retrun to base), memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan, kembali ke Soekarno Hatta," kata Agoes saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (22/1/2017).

Menurut Agoes, pesawat itu membawa sekitar 111 orang penumpang dan 3 orang bayi. Kelima penumpang yang mengalami mimisan merupakan penumpang dewasa. Mereka pun dirujuk ke rumah sakit THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) terdekat.

"Penumpang diinapkan di 2 hotel sedangkan 5 penumpang yang mengalami masalah mimisan, sebenarnya mau dirujuk ke RSCM tapi karena terlalu pagi dibawa ke rumah sakit THT terdekat di BSD Tangerang," ujar Agoes.

Agoes mengatakan dari seluruh penumpang yang saat ini tengah diinapkan akan kembali diterbangkan menuju Sorong dengan jadwal penerbangan yang sama sepeti sebelumnya. Beberapa penumpang memilih untuk membatalkan penerbangan dan meminta pengembalian uang.

"Bagi penumpang yang tertunda penerbangannya akan dilanjutkan ke Sorong kembali dengan jadwal yang sama tapi ganti pesawat," ungkap Agoes.

Agoes menambahkan Kemenhub akan segera memanggil maskapai terkait dan melakukan sejumlah evaluasi. Evaluasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Pihak manajemen pun kini sudah memasukkan pesawat itu dalam daftar perbaikan.

"Perhubungan udara akan memanggil management, pesawat itu kan harus punya record perawatan dan ada penanggung jawabnya. Di situ lah nanti akan dilihat," imbuh Agoes. (kst/elz)