DetikNews
Sabtu 21 Januari 2017, 05:07 WIB

Pork Festival 2017 di Semarang Ganti Nama karena Diprotes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Pork Festival 2017 di Semarang Ganti Nama karena Diprotes Firdaus memperlihatkan surat perjanjian soal pembatalan Pork Festival. (Angling Aditya/detikcom)
Jakarta - Menjelang hari raya Imlek, acara rutin Pork Festival atau festival kuliner olahan daging babi akan kembali digelar. Namun, mulai tahun ini, nama festival itu akan diubah karena panitia mendapat desakan dari sejumlah kelompok.

Acara tersebut akan digelar pada Senin (23/1/2017) hingga Minggu (29/1) mendatang di Mal Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang. Lokasinya berada di tenda kawasan tempat parkir di samping gedung utama. Akan ada 30 stan yang mengolah daging babi, dengan total 50 menu makanan unik.

Namun nama acara akan diganti menjadi Festival Kuliner Imlek, setelah adanya mediasi antara pihak yang mengajukan protes, panitia festival, dan ditengahi kepolisian di Mapolrestabes Semarang.

"Sekarang diganti Festival Kuliner Imlek, jadi sekarang lebih abu-abu, kalau sebelumnya nama Pork Festival kan jelas," kata ketua penyelenggara Pork Festival 2017, Firdaus Adinegoro, kepada detikcom, Jumat (20/1).

Firdaus meminta umat Islam tidak datang ke festival itu karena yang dijual adalah masakan berbahan daging babi. Menurutnya, kini tim penyelenggara harus siap bekerja lebih ekstra karena harus selalu memberi tahu pengunjung yang datang agar tidak ada muslim yang menyantap makanan di sana.

"Kita jadi beban malahan, nanti kalau ada teman-teman muslim masuk bagaimana. Harus memperingatkan tamu-tamu yang datang. Nanti ada panitia yang jadi guide memberi tahu kalau makannya dari babi," sebutnya.

Firdaus menambahkan pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan kelompok yang memprotes acara yang digelar komunitas kuliner Semarang itu. Dalam mediasi tersebut, dibuat surat perjanjian yang isinya antara lain Pork Festival dibatalkan. Dalam surat itu ditandatangani Firdaus dan dari Forum Umat Islam Semarang (FUIS) bernama AM Jumai.

"Perubahan nama itu juga hasil kesepakatan," ujar Firdaus.

Ia menjelaskan festival tersebut merupakan festival kedua yang memang digelar menjelang Imlek. Pada 2016, lanjut Firdaus, acara tersebut juga diprotes sejumlah pihak, namun tidak sampai ke kepolisian, sehingga acara berjalan lancar.

Seperti tahun kemarin, acara festival kuliner daging babi tersebut tidak diiklankan, bahkan tidak ada baliho atau poster di jalan. Pengumuman acara hanya melalui akun Facebook Kuliner Semarang.

"Kami sudah berusaha sesuai undang-undang jaminan produk halal, kan sudah dijelaskan yang mengandung babi harus jelas keterangannya. Dengan begini (ganti nama) jadi lebih abu-abu," tuturnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes (Pol) Abiyoso Seno Aji mengatakan mediasi sudah dilakukan dan acara tersebut akan tetap berjalan karena sudah mencapai kesepakatan. Karena acara ini tidak melanggar undang-undang, pengamanan seperti biasa juga diberlakukan.

"Kegiatan ini kan sah tidak melanggar undang-undang, harus amankan. Ketika ada yang mau mengganggu, kita tindak," kata Abiyoso.

"Saya sampaikan ke kawan-kawan FUIS, intinya kita harus saling menghargai, toleransi umat beragama harus dijunjung tinggi," imbuhnya.
(alg/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed