detikNews
Rabu 18 Januari 2017, 18:53 WIB

Cegah Banjir di Bima, Kemen PUPR Berencana Bangun 2 Waduk Baru

Eduardo Simorangkir - detikNews
Cegah Banjir di Bima, Kemen PUPR Berencana Bangun 2 Waduk Baru Menteri PUPR kunjungi Bima (Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance)
Bima - Pemerintah segera melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang ditebang, pasca terjadinya banjir bandang di Bima yang menenggelamkan ribuan rumah warga. Selain karena curah hujan yang tinggi, penyebab sebenarnya banjir bandang terjadi lantaran alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan warga.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, selain melakukan reboisasi, pemerintah akan membangun dua waduk yang berdekatan dengan lokasi banjir di Bima. Di Bima sendiri sudah ada waduk, namun lokasinya yang jauh tak mampu berfungsi menampung debit air sungai yang melimpah.

"Kalau penghijuan kembali itu harus, tapi dampaknya pasti 15-20 tahun akan datang. Sedangkan kita pengen tahun-tahun dekat, ini tidak terjadi lagi. Kita akan coba potensi waduk yang sedang dipelajari oleh Ditjen Sumber Daya Air," kata Basuki saat ditemui di sela kunjungan kerjanya ke lokasi pascabanjir di Bima, NTB, Rabu (18/1/2017).

Pembangunan waduk ini sendiri akan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR dan masih dalam tahap kajian, apakah benar waduk ini apabila nantinya dibangun, bisa benar-benar optimal mengurangi dampak curah hujan yang tinggi. Direncanakan waduk ini akan berada di dua kecamatan di Bima, yakni Wera dan Wawo.

"Kalau membuat bendungan kan kita mengkajinya tidak hanya tampungannya, geologinya, DAS (Daerah Aliran Sungai) nya, fungsinya. Di sini kan fungsinya kan untuk pengendalian banjir," ujar Dirjen SDA Kementerian PUPR, Imam Santoso kepada detikFinance saat ditemui di lokasi yang sama.

"Jadi kita akan melihat, apakah adanya bendungan ini apa bisa langsung berpengaruh atau tidak. Kalau sungai Padolo mungkin nanti kita bisa buat bendungan ini. Jadi mereduce banjir yang datang ke kota Bima," tambahnya.

Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas masing-masing 10 dan 11 juta m3 untuk menampung air. Meski saat ini masih sebatas wacana, namun keputusan akan dibangun bendungan ini atau tidak diharapkan bisa didapatkan tahun depan.

"Bikin bendungan kan lama. Harus ada sertifikat dulu dari komisi keahlian bendungan, yang syaratnya banyak. Kalau memungkinkan, tahun depan diharapkan DED (Detail Engineering Design) nya bisa selesai," pungkasnya.
(dna/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed