detikNews
Rabu 18 Januari 2017, 16:22 WIB

Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR untuk Revitalisasi Bima

Eduardo Simorangkir - detikNews
Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR untuk Revitalisasi Bima Menteri PUPR mengunjungi Bima. (Eduardo Simorangkir/detikFinance)
Bima - Adanya alih fungsi lahan hutan menjadi lahan perkebunan oleh warga diyakini menjadi penyebab dasar intensitas hujan yang tinggi membuat ribuan rumah di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), terendam banjir.

Adanya penggundulan hutan ini membuat sistem drainase tidak baik sehingga, ketika curah hujan sangat tinggi saat itu, terjadi luapan sungai akibat aliran air yang melebihi kapasitas saluran air.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan ada beberapa hal yang akan dilakukan Kementerian PUPR. Di antaranya menormalisasi sungai-sungai yang saat ini daerah aliran sungai (DAS)-nya bermasalah. Untuk itu, akan dilakukan relokasi hunian yang ada pada bantaran sungai sebanyak 1.063 unit rumah.

"Ada 1.063 rumah yang harus direlokasi di bantaran sungai. Saya minta Pak Wali Kota lihat, mana yang paling riskan. Tadi kita lihat di Kecamatan Wora yang di Bima. Ada rumah yang sebabkan banjir. Jadi rumah-rumah di bantaran harus kita relokasi untuk normalisasi, termasuk untuk menyiapkan permukiman yang lebih baik dari sekarang," katanya saat ditemui di Jembatan Kodo, Bima, Rabu (18/1/2017).

Kementerian PUPR juga akan merekonstruksi tiga jembatan penyeberangan yang berlokasi di 3 sungai, yakni Sungai Patohi, Padolo 1, dan Padolo 2. Rekonstruksi ini dilakukan agar aliran air tetap terkendali meski arusnya tinggi.

"Jembatan-jembatan itu dulu penduduknya masih sedikit, kawasan hulunya masih baik. Sekarang, jembatannya karena ada beberapa tiang di tengah, itu jadi penghambat. Kita harus bongkar jembatan itu dan tinggikan," jelas Basuki.

"Besok ini katanya sudah bisa mulai. Penyelidikan tanah sudah selesai. Desain sudah, besok finalisasi. Saya jadwalkan sebelum Juni sudah selesai," pungkasnya.

Kementerian PUPR juga tengah mengkaji membangun dua waduk yang berdekatan dengan lokasi banjir untuk menampung air seiring dengan dilakukannya penghijauan kembali oleh Pemerintah Kota Bima untuk menanggulangi gundulnya hutan yang dijadikan lahan kebun oleh warga.
(dna/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed