detikNews
Rabu 18 Januari 2017, 14:56 WIB

Menteri PUPR: Alih Fungsi Hutan Jadi Penyebab Banjir di Bima

Eduardo Hasian Simorangkir - detikNews
Menteri PUPR: Alih Fungsi Hutan Jadi Penyebab Banjir di Bima Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Ari Saputra/detikFoto)
Bima - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut penyebab banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu adalah penggundulan hutan yang terjadi berkepanjangan. Banjir itu menyebabkan ribuan rumah terendam.

"Sesuai dengan laporannya, kalau penyebab banjir, seperti halnya di Garut dan lain-lain, di hulunya rusak. Tadi Pak Wali Kota melaporkan, dari hutan sudah diubah jadi kebun jagung. Bima ini memang juga arahnya ke produksi jagung. Sehingga dampak sedimentasi dan erosinya cukup tinggi," kata Basuki saat meninjau lokasi di Jembatan Kodo, Bima, Rabu (18/1/2017).

Laporan yang disebut Basuki itu berasal dari Wali Kota Bima Qurais H Abidin. Penggundulan itu menyebabkan sistem drainase tidak baik sehingga, ketika curah hujan sangat tinggi, air sungai meluap.

"Curah hujannya tinggi sekali. Per harinya 155 milimeter (mm), normalnya 50 mm. Jadi 3 kali lipatnya normal. Itu kondisi alam, tapi kita nggak bisa nyalahin alam. Yang bisa kita sesali kondisi hulu itu," tutur Basuki.

Kondisi-kondisi seperti ini pun dapat menyebabkan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan, jika tidak dikelola dengan baik.

Sebelumnya, Basuki mengaku terkejut lantaran mengetahui, beberapa hari yang lalu, banjir kembali terjadi di Bima, setelah sempat surut dan mendekati akhir masa tanggap darurat. Kementerian PUPR sendiri, kata dia, ditugaskan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menangani perbaikan infrastruktur pasca-banjir bandang Bima ini.

"Sesuai dengan tugas kami di Kementerian PUPR, pasti kami akan ikut membantu menangani rehabilitasi maupun rekonstruksi prasarana-prasarana yang jadi tanggung jawab PUPR," tandasnya.
(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed