Klarifikasi Steak Hotel by Holycow! soal Isu Kontaminasi Makanan

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 13:44 WIB
Foto: Wynda Mardio (Istimewa)
Jakarta - Steak Hotel by Holycow! memberi klarifikasi soal isu kontaminasi makanan yang terjadi di restoran lain yang namanya mirip dengan mereka. Kasus kontaminasi makanan itu sama sekali tidak terjadi di restoran mereka.

Pernyataan ini disampaikan pemilik Steak Hotel by Holycow! Wynda Mardio di kantor detikcom, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Kasus ini berawal saat seorang pelanggan bernama Vyna Girilawu mendapat pengalaman buruk menggigit serangga di makanan yang dipesannya saat makan bersama kakaknya di Holycow! pada Senin (9/1) lalu. Dia kemudian menceritakan masalah itu di akun Facebook-nya dan menjadi viral.

Vyna ternyata saat itu makan di Holycow! Steakhouse By Chef Afit Camp Gading Serpong. Karena Vyna menyebut Holycow!, banyak netizen yang kemudian mempertanyakan kasus itu kepada Steak Hotel by Holycow! lewat akun media sosial (medsos). Karena banyak orang yang salah paham, Steak Hotel by Holycow! pun memberi klarifikasi.

"Berhubungan dengan beredarnya berita-berita belakangan ini soal adanya kontaminasi makanan yang disebutnya ada di Holycow!, dengan ini saya menyebutkan kalau kejadian kontaminasi makanan itu tidak terjadi di restoran kami, Steak Hotel by Holycow!, tapi terjadi di restoran lain yang namanya memang mirip dengan restoran kami," kata Wynda.

"Jadi antara Steak Hotel by Holycow! dengan restoran lain yang namanya mirip tersebut itu tidak ada hubungannya sama sekali, tidak ada afiliasi apa pun. Kejadian itu pun tidak terjadi di restoran kami," sambungnya menegaskan.

Menurut Wynda, pihaknya merasa perlu memberikan klarifikasi karena kasus kontaminasi makanan ini berdampak buruk terhadap restoran mereka secara langsung ataupun tidak langsung.

Klarifikasi Steak Hotel by Holycow! soal Isu Kontaminasi MakananFoto: Klarifikasi Steak Hotel by Holycow! (Facebook/Steak Hotel by Holycow!)

"Saya concern banget harus klarifikasi masalah ini, karena untuk masalah kontaminasi makanan yang terjadi di restoran yang namanya mirip dengan restoran kami ini secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak buruk juga ke kami, terutama untuk karyawan kami. Karyawan kami jadinya harus menanggung efek buruk dari hal yang sebetulnya tidak mereka lakukan dan itu sangat menyedihkan buat kami. Jadi masalah kontaminasi makanan itu tidak terjadi di brand restoran kami, Steak Hotel by Holycow!," kata Wynda.

Dijelaskan Wynda, Steak Hotel by Holycow! sudah berdiri sejak 15 Maret 2010. Mereka tidak berafiliasi dengan restoran mana pun, termasuk yang logonya mirip.

"Jadi brand kita, Steak Hotel by Holycow!, dengan logo bergambar full badan sapi, jadi seluruh badan sapi utuh dengan tulisan Steak Hotel by Holycow!. Untuk tahu cabang cabang atau TKP, kita ada di mana saja, bisa dilihat di website www.holycowsteak.com. Kita juga ada social media Twitter @Holycow_Radal dan dan Instagram @holycow_radal. Kenapa namanya Radal, karena cabang atau TKP pertama kami itu ada di Radio Dalam dan masih ada sampai sekarang," ujarnya.

Ditambahkan Wynda, di Steak Hotel by Holycow!, mereka sangat concern terhadap masalah kebersihan. Baik kebersihan makanan maupun kebersihan outlet yang tersebar di 16 lokasi di Indonesia.

"Di Steak Hotel by Holycow!, kami komit sekali untuk masalah kebersihan, higienitas, dan hal-hal yang terkait dengan itu. Kami ada training HACCP itu untuk menanggulangi, bagaimana mengolah makanan dengan baik dan benar dari bahan mentah sampai bahan jadi hingga disajikan ke costumer. Begitu juga dengan outlet. Keadaan outlet keseluruhan itu kami selalu melakukan pembersihan berkala. Kami juga ada quality control secara berkala juga. Jadi artinya memang kita cek terus apa yang terjadi di dapur kita. Ada pest control, ada general cleaning, dan lain-lain. Jadi memang itu sudah menjadi satu kesatuan untuk operasional kita setiap harinya," ujarnya.

"Jadi untuk carnivores, jangan takut untuk makan di Steak Hotel by Holycow! dan semoga suka dengan produk kami," sambungnya.

(hri/tor)