DetikNews
Kamis 12 Januari 2017, 15:57 WIB

Cegah Perampokan, Polisi Imbau SPBU Ubah Pola Setor Uang ke Bank

Mei Amelia R - detikNews
Cegah Perampokan, Polisi Imbau SPBU Ubah Pola Setor Uang ke Bank Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Komplotan perampok yang melukai seorang petugas satpam, Agus Nurjaman, di Bekasi, telah mempelajari pola-pola penyetoran uang dari SPBU ke bank. Polisi mengimbau pengelola mengubah sistem dalam penyetoran uang ke bank.

Kanit III Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan para pelaku yang dipimpin oleh tersangka Syaiful Arif alias Bulku menyurvei SPBU sebelum merampok korban. Tersangka Saini berperan menggambar kegiatan pengiriman uang dari SPBU ke bank.

"Tersangka Saini ini sering memberikan gambaran target pencurian di SPBU. Dia juga yang menyurvei lokasi selama dua hari," ujar Arsya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Arsya menampik kabar adanya keterlibatan oknum dalam SPBU pada perampokan ini. Aksi perampokan tersebut, dikatakan Arsya, dilakukan para pelaku karena pola pengiriman uang ke bank dari SPBU yang mudah dikenali.

Untuk melakukan survei, tersangka Saini tidak perlu banyak waktu. Dalam tempo dua hari, Saini bisa menggambar pola tersebut sambil berpura-pura mengisi bensin ketika melakukan survei di lokasi.

"Jadi SPBU tersebut, uang dari mesin yang ada di pom bensin itu dikumpulkan, kemudian dimasukkan ke dalam (kantor), lalu dibawa oleh satpam (korban) dan yang mengirimkan uang ini tidak diganti, sehingga terbaca oleh para pelaku," lanjut Arsya.

Di sisi lain, SPBU tersebut juga tidak pernah menggunakan jasa pengamanan, baik dari pengamanan profesional maupun aparat polisi, dalam pengiriman uang. "Padahal kami membuka diri kepada masyarakat untuk memberikan pengawalan kepada masyarakat yang ingin setor uang dalam jumlah banyak dan tidak dipungut biaya," ungkapnya.

Perampokan uang SPBU ini bukan hanya kali ini terjadi. Kelemahan-kelemahan dalam pola-pola pengiriman uang ke bank yang dilakukan SPBU ini sering dimanfaatkan para pelaku spesialis perampokan nasabah SPBU. "Mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini, SPBU memperbaiki sistem dalam pengantaran uang," sambungnya.

Beraksi di 3 TKP

Aksi perampokan tersebut dilakukan oleh 5 tersangka, yakni Syaiful Arif alias Bulku, Somat Hidayat, Saini, Ismail (DPO), dan Roy alias Kocor (DPO). Tersangka Arif tewas setelah ditembak karena melakukan perlawanan ketika hendak dilakukan pengembangan.

"Tersangka Arif sehari-hari mengumpulkan besi tua," imbuh Arsya.

Sedangkan dua rekannya, Somat dan Saini, juga ditembak di bagian kaki karena melawan saat ditangkap.

Lebih jauh Arsya mengungkap, kelima pelaku sudah melakukan perampokan serupa di 3 lokasi. Selain di Jl Raya Hankam, Jatiwarna, Bekasi, para pelaku pernah merampok di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, dan di Jatiasih, Bekasi.

"Kelompok ini kelompok rekrutan di mana anggotanya berganti-ganti. Tapi khusus lima orang ini, mereka melakukan di 3 TKP tersebut," ujar Arsya.

Setelah melakukan survei, para pelaku menentukan hari eksekusi sesuai dengan tanggal penyetoran uang ke bank yang dilakukan petugas satpam SPBU. Di tengah perjalanan, mereka mencegat korban, lalu membacok dengan golok.

"Korban Agus Nurjaman saat itu dibacok karena mempertahankan tas yang berisi uang Rp 300 juta milik SPBU, yang akan disetorkan ke bank," tuturnya.
(mei/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed