DetikNews
Rabu 11 Januari 2017, 17:26 WIB

KPK Yakini 2 Hakim PN Jakpus Turut Serta Terima Suap SGD 28 Ribu

Rina Atriana - detikNews
KPK Yakini 2 Hakim PN Jakpus Turut Serta Terima Suap SGD 28 Ribu
Jakarta - Panitera pengganti PN Jakarta Pusat, Santoso, dituntut 7,5 tahun penjara atas dugaan suap SGD 28 ribu. Jaksa KPK meyakini uang tersebut juga diperuntukkan bagi hakim Casmaya dan Partahi Tulus Hutapea.

"Oleh karena itu, kami berkesimpulan unsur 'turut serta' yang didakwakan kepada terdakwa Santoso dalam dakwaan primer telah terpenuhi dan terbukti secara sah dan meyakinkan," kata jaksa Takdir Suhan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Uang SGD 28 ribu yang diterima Santoso terkait pengurusan perkara perdata di PN Jakpus. Partahi dan Casmaya merupakan majelis hakim dalam perkara nomor 503/PDT.G/2015/PN.JKT.PST tersebut.

Santoso disebutkan menerima SGD 28 ribu dalam dua amplop. Amplop pertama bertuliskan HK dengan isi uang SGD 25 ribu, dan amplop kedua bertuliskan SAN dengan isi uang SGD 3 ribu. Menurut jaksa, ada penyertaan diam-diam antara Santoso dan Partahi serta Casmaya terkait penerimaan uang tersebut.

"Perbuatan terdakwa tidaklah berdiri sendiri kecuali bersama-sama dengan orang lain, yaitu saksi Partahi Tulus Hutapea dan saksi Casmaya, yang mana berdasarkan fakta persidangan terlihat dengan jelas adanya penyertaan secara diam-diam atau sukzessive mittaterschaft antara terdakwa Santoso selaku panitera pengganti dan saksi Partahi dan saksi Casmaya masing-masing selaku hakim yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara," jelas Takdir.

"Di mana dalam mewujudkannya telah ada saling pengertian antara terdakwa Santoso dengan saksi Partahi dan saksi Casmaya," lanjutnya.

Santoso menerima SGD 28 ribu dari pengacara Raoul A Wiranatakusumah melalui Ahmad Yani. Uang tersebut disebutkan jaksa diberikan agar Santoso bersama-sama dengan hakim Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya memenangkan perkara yang sedang ia tangani.

Perkara yang dimaksud adalah perkara antara PT Mitra Maju Sukses melawan PT Kapuas Tunggal Persada (KTP). Raoul merupakan pengacara dari PT KTP.

Putusan perkara dibacakan pada 30 Juni 2016. Gugatan PT MMS dinyatakan tak dapat diterima. Raoul tidak begitu puas karena awalnya dia ingin gugatan PT MMS ditolak. Akan tetapi, Raoul tetap memberikan uang SGD 28 ribu yang diminta Santoso di hari yang sama.
(rna/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed