DetikNews
Sabtu 07 Januari 2017, 08:16 WIB

BMKG: Januari Puncak Musim Hujan hingga Awal Februari

Haris Fadhil - detikNews
BMKG: Januari Puncak Musim Hujan hingga Awal Februari Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan wilayah Jabodetabek sedang memasuki puncak musim hujan. Meskipun hujan sempat tidak turun menjelang tahun baru hingga beberapa hari pada pekan pertama Januari 2017, hal itu disebabkan siklon tropis di wilayah utara Australia.

"Daerah Jabodetabek pada bulan Januari ini memasuki masa puncak musim hujan hingga awal Februari. Jadi sekarang sedang menaik istilahnya. Meski pada awal-awal sempat tidak turun hujan, kebetulan karena ada gangguan siklon tropis di utara Australia," kata kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (6/1/2017) malam.

Siklon tropis itu, menurutnya, juga turut menjadi penyebab banjir yang menerjang Bima, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu. Ia menyebut siklon tropis di utara Australia itu menjadikan pertumbuhan awan di kawasan Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya menjadi intens sehingga menimbulkan hujan lebat.

"Munculnya siklon tropis di sebelah utara Australia itu menyebabkan aliran udara di wilayah Lampung dan Jawa bagian barat ini menjadi cukup kencang. Tapi dampaknya di Nusa Tenggara Timur, di sana terjadi pertumbuhan awan yang cukup intens. Sehingga daerah-daerah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, termasuk Bali, Lombok, terjadi kumpulan awan yang cukup kuat dan terjadi hujan cukup lebat. Sehingga kemarin di Bima itu sempat terjadi hujan lebat hingga banjir itu di antaranya karena dampak siklon tropis yang muncul di sebelah utara Australia, kemudian ekor siklon tropisnya itu memberikan dampak di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat," jelasnya.

Untuk wilayah Sumatera juga diprediksi akan segera memasuki puncak musim hujan. Hal ini, menurutnya, tak lepas dari aliran udara yang melewati Samudera Hindia dan membawa banyak uap air untuk membentuk awan yang nantinya berubah menjadi hujan.

"Kemungkinan saja dalam waktu mendatang ini. Kalau kita melihat dari barat membawa uap air cukup banyak karena asalnya dari Samudera Hindia," ujar Mulyono.

"Pada beberapa waktu mendatang bisa saja Sumatera bagian barat juga akan terjadi pertumbuhan awan yang cukup intens. Akan dapat terjadi pertumbuhan awan di pantai barat Sumatera, yang bisa menimbulkan hujan, baik skala lokal dan regional," imbuhnya.
(HSF/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed