detikNews
Kamis 05 Januari 2017, 06:31 WIB

Misteri Hal Teknis Pemicu Penghentian Kerja Sama TNI-Australia

Idham Kholid - detikNews
Misteri Hal Teknis Pemicu Penghentian Kerja Sama TNI-Australia Foto: Momen latihan TNI (Foto: Dok Dispen Kormar)
Jakarta - TNI memutuskan menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Penghentian ini meliputi semua bentuk kerja sama antara TNI dan angkatan bersenjata Australia.

Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto mengatakan permintaan penghentian kerja sama itu sudah dilayangkan kepada pihak militer Australia pada pertengahan Desember 2016. Mulai saat itulah penghentian kerja sama sementara berlaku.

Jenderal bintang dua ini mengatakan penghentian kerja sama ini meliputi sejumlah aspek. Mulai latihan bersama sampai pertukaran perwira.

Wuryanto menuturkan pemicu penghentian kerja sama tersebut adalah hal teknis. Namun dia enggan mengungkap apa hal teknis yang sampai membuat kerja sama dua negara ini dihentikan.

Kabarnya, hal itu terkait dengan adanya 'materi mengganggu' yang muncul dalam pelatihan bersama kedua pihak di Perth. "Iya, salah satunya soal itu. Tapi saya tidak bisa menjelaskan rinci. Terkait persoalan teknis, begitu saja," kata Wuryanto.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku belum mendapat laporan soal itu. Ryamizard akan berkomunikasi dulu dengan Menteri Pertahanan Australia.

Baca juga: Indonesia Segera Hentikan Kerja Sama Militer dengan Australia

Ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Jl Ir H Djuanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/1), Ryamizard tidak yakin kerja sama militer dengan Australia akan putus total. Karena itu, dia akan mengkonfirmasi hal ini dengan pihak Australia.

"Baru saya dengar itu saja. Ya. Hubungan kita dengan apa (Australia) lagi baik-baik saja ya, kita lihat dulu. Jangan gegabah. Tunda nggak apa-apa. Kalau tunda kan bisa...," ujar Ryamizard tak melanjutkan kata-katanya.

Di lain sisi, Komisi I DPR akan menyusun jadwal pertemuan dengan TNI guna meminta keterangan dari TNI perihal penyetopan kerja sama itu. Pertemuan itu direncanakan seusai masa reses.

Menurut Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari, ada banyak hal yang dibahas saat raker dengan TNI nantinya. Namun salah satu bahasan rapat adalah mengenai penghentian sementara kerja sama militer antara TNI dan Australia.

"Ya, salah satunya. Banyak yang lain juga," terang Kharis melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (4/1).

Nantinya, Komisi I DPR akan minta keterangan kepada TNI. Selain itu, Komisi I DPR akan mendiskusikan hal tersebut dengan TNI.

"Kita minta keterangan dan diskusikan," pungkasnya.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com