DetikNews
2016/12/28 13:59:48 WIB

Kaleidoskop 2016

Geger Paspor Ganda Arcandra Tahar

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Geger Paspor Ganda Arcandra Tahar Foto: Subastian Basith/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet untuk kedua kali pada 2016. Salah satu menteri baru di Kabinet Kerja saat itu memancing tanda tanya publik. Dialah Arcandra Tahar.

Arcandra Tahar dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Nama Arcandra terbilang baru bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Ceritanya agak surprise ya. Saya juga enggak bermimpi untuk menjadi apa yang ada hari ini. Cuma ada beberapa kesempatan saya berkomunikasi dengan Bapak Presiden mengenai masalah yang dihadapi Indonesia, terutama di bidang oil dan gas," tutur Arcandra setelah dilantik di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016).

Arcandra memiliki pengalaman selama 14 tahun di lapangan dalam bidang hidrodinamika dan teknik offshore. Arcandra memiliki 3 paten yang berkaitan dengan offshore, seperti teknologi McT (Multi Column TLP) Floating Platform, dan menjadi salah satu yang memperkenalkan standar hidrodinamika untuk industri.

Dia selama ini tinggal di Amerika Serikat, tapi sering memberikan materi di Indonesia. Salah satunya pada 2014, ketika dia menjadi salah satu pembicara dalam persiapan Pertamina EP mengoptimalkan lapangan offshore L-Parigi.

Tapi, baru 2 pekan menjabat, Arcandra langsung diterpa isu kewarganegaraan ganda. Dia ternyata memiliki paspor AS. Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda. Artinya, status WNI Arcandra gugur secara otomatis.

"Saya orang Padang asli. Istri saya juga orang Padang asli. Cuma kuliah S2 dan S3 di Amerika Serikat. Saya pergi ke Amerika tahun 1996. Sampai saat sekarang saya masih memegang paspor Indonesia. Paspor Indonesia saya masih valid," ujar Arcandra kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Minggu (14/8).

Saat ditanya soal pernah-tidaknya Arcandra melepas kewarganegaraan Indonesia menjadi warga negara AS, termasuk mendapatkan paspor dari negara itu, Arcandra hanya mengatakan proses di AS sudah dikembalikan.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed