DetikNews
Selasa 27 Desember 2016, 17:58 WIB

Modus Baru Kelompok Teror, Jadikan Waduk Sebagai Tempat Persembunyian

Ibnu Hariyanto - detikNews
Modus Baru Kelompok Teror, Jadikan Waduk Sebagai Tempat Persembunyian Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Polri mengatakan kelompok teroris yang menjadikan waduk sebagai markas atau tempat persembunyian merupakan modus baru. Sebab, kelompok-kelompok radikal tersebut biasanya memilih rumah kontrakan dan kos-kosan untuk lokasi persembunyian.

"Sekarang ini modus baru, keramba. Waduk Jatiluhur. Bayangkan, selama ini kan kita tidak menduga ternyata begitu sedemikian rupa mereka memilih tempat. Tetapi kita bersykurlah bisa mencegah rencana-rencana aksi itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Boy mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dan mendalami pemeriksaan dari tersangka kelompok Jatiluhur yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup. Kelompok ini berencana menyerang polisi yang melakukan tugas di pos-pos pengamanan pada malam tahun baru nanti.

"Sedangkan Purwakarta itu dapat dikatakan sebagai safe house mereka. Yang menurut mereka aman. Karena mereka kan sebelumnya bukan di situ, mereka sebelumnya di Bandung dan mencari tempat yang menurut mereka di sana itu lokasi yang aman," ujarnya.

Menurut Boy, penindakan terhadap pelaku teror harus dilakukan dengan proaktif. Tidak bisa membiarkan jaringan-jaringan teror itu melakukan sampai melaksanakan aksinya baru ditangkap. Sebab, yang ideal dalam penanganan terorisme adalah aspek pencegahan.

"Apabila kita berhasil mencegah itulah sesuatu yang kita harapkan dengan tidak adanya korban-korban lain yang tentu akan menjadi lebih baik ketimbang kita menunggu adanya korban jiwa baru kita melakukan langkah-langkah hukum," tuturnya.

Boy menjelaskan, pola operasi yang dilakukan oleh Tim Densus 88 adalah melakukan pencegahan dengan cara memaksimalkan penyelidikan terhadap rencana-rencana aksi teror.

"Setelah dilakukan penyelidikan bukan berarti didiamkan, dilakukan langkah-langkah penindakan. Kita berharap semua rencana-rencana ini terlebih dahulu diketahui dengan harapan tentu tidak ada korban jiwa, di pihak masyarakat maupun di pihak petugas," ujarnya.
(idh/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed