DetikNews
Kamis 22 Desember 2016, 21:15 WIB

MTI: Tren Taksi Online Naik di 2016, Jalan Makin Dipenuhi Kendaraan Pribadi

Heldania Ultri Lubis - detikNews
MTI: Tren Taksi Online Naik di 2016, Jalan Makin Dipenuhi Kendaraan Pribadi Foto: Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dalam Outlook Transportasi 2017 (Heldania Ultri Lubis/detikcom)
Jakarta - Angkutan berbasis aplikasi semakin meningkat penggunaannya sepanjang 2016, baik mobil maupun motor. Imbasnya, kendaraan pribadi yang memenuhi jalan makin meningkat pula.

"Sudah sangat biasa keluarga kalau berkumpul naik apa? Jawabannya pasti Grab atau Gojek dan lainnya. Saya pikir itu menjadi catatan kita ke depannya mau diapakan, karena transportasi online itu memang menolong masyarakat ya, bahkan teman-teman saya menggunakan transportasi online," ujar Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen Tangkudung.

Hal itu disampaikan Ellen dalam Outlook Transportasi 2017 yang digelar MTI, di Hotel Falatehan, Jl Falatehan I, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).

Ellen, yang juga pakar transportasi dari Universitas Indonesia (UI), menjelaskan jumlah transportasi online ini bak gunung es, hanya diketahui jumlah permukaannya, bukan jumlah sebenarnya.

"Itu yang mendaftar katakan 6.000, tapi pastinya lebih, saya yakin lebih, tapi itu tidak tercatat. Saya melalui mahasiswa saya berusaha mencoba menggali tentang itu sampai sekarang belum berhasil," tuturnya.

Taksi online memang sangat membantu masyarakat di tengah kemacetan di kawasan Jabodetabek. Di sisi lain, taksi online itu menimbulkan dilema.

"Artinya, masih ada hal yang belum kita ketahui, taksi reguler penghasilannya menurun. Upaya (taksi reguler) untuk tahap masuk teknologi informasi sudah ada, tapi belum bisa mereka ini bersaing. Bagaimana bisa merangkul?" jelas dia.

Pemerintah, menurut Ellen, sudah jelas menetapkan aturan-aturan yang harus dipenuhi taksi online. Tapi ada beberapa aturan dari pemerintah yang belum bisa dipenuhi taksi online itu.

Di sisi lain, taksi online membuat kendaraan pribadi makin melimpah ke jalan, terutama sepeda motor. Padahal mengurangi kendaraan pribadi adalah tujuan pembangunan dan pengembangan transportasi massal selama ini.

"MRT masih belum ada dan belum jadi. Jadi jumlah kendaraan pribadi di semua kota masih dikuasai oleh sepeda motor. Benarkah kita punya cita-cita mengalihkan 60 persen perjalanan di Jakarta menggunakan angkutan umum tahun 2029? Apakah bisa menaikkan dari (pengalihan perjalanan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum) 20 persen ke 60 persen? Lompatan itu sulit sekali. Lagi-lagi pimpinan daerahnya yang harus berani mencapai target itu," jelas Ellen.
(nwk/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed