Sambut Putusan MA, Retno Listyarti Berharap Pemprov DKI Pulihkan Nama Baiknya

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 19 Des 2016 07:55 WIB
Retno Listyarti (Foto: Ari Saputra)
Retno Listyarti (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta Retno Listyarti menyambut baik putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia berharap Pemprov DKI segera memulihkan nama baik diri Retno.

"Saya berharap eksekusi ini segera dilakukan. Apalagi kategori hukuman dari Dinas Pendidikan kepada saya saat itu dituliskan sebagai pelanggaran berat," kata Retno kepada detikcom, Senin (19/12/2016).

Eksekusi yang dimaksud adalah melakukan perintah putusan pengadilan. Dia menjelaskan, putusan kasasi MA itu memuat dua perintah utama. Pertama, Pemprov DKI harus mencabut Surat Keputusan Nomor 355/2015 perihal pencopotan Retno dari jabatan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta.

"Saya mohon Pemprov DKI segera mencabut SK pemecatan saya itu yang isinya hukuman karena saya melakukan kesalahan berat. Pengadilan kini sudah membatalkan SK itu di tiga tingkatan," kata Retno.

(Baca juga: Soal Pencopotan Retno dari Kepsek SMAN 3, Kasasi Pemprov DKI Ditolak MA)

Kedua, pengadilan juga memerintahkan Pemprov DKI memulihkan nama baik Retno, mengembalikan harkat, martabat, dan kedudukan Retno. Dengan kata lain, mengembalikan kedudukan Retno seperti semula yakni sebagai kepala sekolah di SMA di Jakarta meski tak harus di SMAN 3 Jakarta. Namun Retno tak terlalu berminat.

"Saya sejujurnya sudah tidak berminat menjadi kepala sekolah. Tapi kalau memang kedudukan saya dikembalikan, saya akan menerima dengan hormat keputusannya, barangkali tak lama sekitar enam bulan atau paling lama setahun, sesudah itu saya akan mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah," ujar Retno.

Yang terpenting baginya adalah nama baiknya dipulihkan. Ini, katanya, menyangkut organisasi yang dipimpinnya yakni Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ).

Retno kini mengajar di SMAN 13 Jakarta Utara sebagai guru PPKN. Dia merasa tidak jadi kepala sekolah juga tidak akan jadi soal, karena dia menikmati sebagai pengajar. "Itu lebih dari segalanya," ujar Retno.

Persoalan Retno melawan Pemprov DKI di meja hijau diawali peristiwa hadirnya Retno pada talk show di sebuah stasiun televisi swasta. Saat itu Retno hadir bukan sebagai Kepala Sekolah SMAN 3, melainkan sebagai Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Namun acara di televisi partikelir itu berlangsung saat ujian nasional. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah dan memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar Retno dicopot dari jabatannya. Pada Mei 2015, Retno dipecat dari jabatan Kepala Sekolah SMAN 3 oleh Disdik DKI. (dnu/dnu)