detikNews
Jumat 16 Desember 2016, 17:42 WIB

Tentang Bom Panci yang Ramai Dibahas Netizen

Erwin Dariyanto - detikNews
Tentang Bom Panci yang Ramai Dibahas Netizen Foto: Bartanius Dony/detikcom
Jakarta - Masyarakat di jagat maya dalam pekan ini diriuhkan oleh istilah bom panci. Semua bermula saat Detasemen Khusus Antiteror Markas Besar Kepolisian RI menemukan rangkaian bom panci di sebuah rumah kos di jalan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (10/12/2016) pekan lalu.

Menurut keterangan resmi Polri, bom panci tersebut akan diledakkan di arena Car Free Day di jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Beberapa netizen meragukan kekuatan bom panci tersebut, namun tak sedikit yang mengapresiasi dan berterima kasih atas keberhasilan Densus 88 menggagalkan upaya tersebut.

Lalu, seperti apa sebenarnya bom panci itu?

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar RP Argo Yuwono mengatakan bom panci yang ditemukan di Bintara Jaya VIII, Bekasi punya bobot 3 kilo gram. Bom ini memiliki daya rusak ledakan mencapai radius 300 meter.

"Kalau ini misalnya dinyalakan kecepatannya dari tempat peledakan dari bahan ini 4.000 km/jam jadi cepat sekali dan ini kalau meledak radius 300 meter itu hancur semua dan barang ini akan diledakkan besok pagi rencananya," kata Argo kepada wartawan, Minggu (11/12/2016).

Penelusuran detikcom, bom panci pernah digunakan oleh pelaku teror di Afghanistan, Pakistan, Nepal dan Amerika Serikat. Panci yang digunakan bukan jenis biasa melainkan yang memiliki daya tekan seperti panci presto, ada pelat penahan dan tutup kaca dengan katup pembuangan uap.

Al Qaeda dalam sebuah majalah versi online pernah mengunggah cara manual membuat bom panci. Bahan untuk bom panci terbilang sederhana dan mudah didapat. Antara lain: kabel, paku, mur, ball bearing dan bahan peledak. Cara merakitnya juga terbilang mudah.

Dengan bahan sederhana dan cara merakit yang mudah, namun memiliki efek mematikan, menjadikan bom panci jadi senjata favorit di kalangan pelaku teror. Beberapa kasus bom panci yang jadi sorotan dunia adalah kasus bom Boston pada April 2013 lalu yang menewaskan 3 orang.



(erd/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed