DetikNews
Sabtu 10 Desember 2016, 11:07 WIB

Singgung Nama Ahok di Soal Ujian, Ini Surat Permohonan Maaf Guru Jumanto

Arbi Anugrah - detikNews
Singgung Nama Ahok di Soal Ujian, Ini Surat Permohonan Maaf Guru Jumanto Foto: Surat pernyataan permohonan maaf Jumanto (Istimewa)
Jakarta - Guru SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga Jumanto meminta maaf karena menyinggung nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam soal ujian akhir semester yang dibuatnya. Permohonan maafnya dia tulis dalam sebuah surat. Ini isinya:

Nama Ahok disinggung Jumanto dalam soal ujian akhir semester di SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah, yang dia buat. Tepatnya dalam soal ujian pada mata pelajaran tarikh atau sejarah perkembangan Islam untuk siswa kelas IX yang diujikan pada Jumat 2 Desember 2016 lalu.

Di soal ujian yang dibuat Jumanto itu, di pertanyaan nomor 48 tertulis: "Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?"

Pada soal pilihan ganda itu tersedia empat pilihan jawaban: A. Paijo B. Ahik C. Ken Arok D. Basuki Candra (Ahok).

Singgung Nama Ahok di Soal Ujian, Ini Surat Permohonan Maaf Guru JumantoFoto: Nama Ahok di soal ujian (Istimewa)

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga yang mengetahui soal ujian akhir semester ini menyinggung Ahok sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga Sukamto kemudian langsung merespons dengan melayangkan surat teguran kepada Jumanto.

Karena dapat surat teguran, Jumanto kemudian meminta maaf. Permintaan maafnya tersebut dia tulis dalam secarik kertas dengan tulisan tangan seperti yang diterima detikcom, Sabtu (10/12/2016).

Foto: Surat pernyataan permohonan maaf Jumanto (Istimewa)

Ada 4 poin yang disampaikan pria kelahiran Purbalingga 24 Agustus 1980 ini dalam suratnya:

1. Soal yang sudah saya buat di bank soal komputer sekolah hilang karena komputer rusak.
2. Karena dikejar deadline maka saya membuat soal dalam waktu yang singkat/mendesak dalam keadaan kecapekan sehingga kurang fokus dalam membuat soal tidak sesuai dengan teks yang ada di buku ajar.
3. Saya secara pribadi tidak ada niat bahwa naskah yang saya buat menimbulkan perbedaan pendapat sekarang ini.
4. Atas segala sesuatu yang saya kerjakan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Jumanto menyatakan surat pernyataan itu dia buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
(hri/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed