Radar Buatan Anak Bangsa Telah Diuji, Menhub akan Pasang di Bandara Papua

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Kamis, 08 Des 2016 04:57 WIB
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sukses dalam uji coba radar buatan lokal. Menhub Budi Karya meminta radar bernama Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) dipasang di beberapa bandara di Papua.

"Saya minta tahun 2017 ini dilakukan produksi massal, kita butuh beberapa alat seperti di Papua, kita ingin wilayah udara di Papua terang benderang," ujar Budi di Jakarta Air Traffic Services Center, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (7/12/2016).

Budi juga mengapresiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai badan di bawah Kemenristek Dikti yang telah berhasil mengembangkan sistem alat penginderaan udara ini. Selama ini Indonesia masih bergantung pada penggunaan radar buatan luar negeri.

"Ini (ADS-B) adalah hasil karya anak bangsa, kita bangga dan mengapresiasi BPPT yang sudah bisa mengembangkan alat ADS-B yaitu alat penginderaan udara yg selama ini masih impor," kata Budi.

Sementara itu, Menristekdikti M Nasir berharap teknologi buatan anak bangsa ini dapat berkompetisi dengan teknologi dari luar negeri. Dia juga berharap keunggulan harga yang lebih terjangkau dapat menarik minat Bandara lainnya di Indonesia.

"Saya tidak mau hasil inovasi ini memiliki deviasi tinggi, deviasinya harus zero, artinya teknologi kita dapat berkompetisi dengan luar negeri. Tidak boleh berbeda. Karena harganya pun sangat kompetitif," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Saat ini teknologi ADS-B telah diuji coba di 2 bandara yaitu Bandara Hussein Sastranegara Bandung dan Bandara Ahmad Yani Semarang, di mana hasil pengujiannya dinyatakan baik oleh Kemenhub. Kemenhub sebagai regulator dalam waktu dekat segera mengeluarkan sertifikasi untuk alat tersebut.

ADS-B ini akan mempermudah bandara menampilkan sejumlah informasi seperti jadwal keberangkatan, nomor penerbangan, rute penerbangan, posisi pesawat lengkap, ketinggian pesawat, tipe pesawat dan nomor registrasi, tujuan penerbangan, dan juga dapat melihat semua pesawat asing yang melintas dan sejumlah informasi penting lainnya. Riset terhadap teknologi ADS-B ini telah dilakukan sejak tahun 2007 dengan nilai investasi sebesar Rp 15 miliar rupiah. (fdu/elz)