detikNews
Selasa 06 Desember 2016, 13:30 WIB

Kecelakaan Pesawat Terbanyak di Papua, ini Upaya Menhub Tingkatkan Keselamatan

Nograhany Widhi K - detikNews
Kecelakaan Pesawat Terbanyak di Papua, ini Upaya Menhub Tingkatkan Keselamatan Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan kecelakaan pesawat tahun 2016 ini tertinggi di banding moda lain dan banyak terjadi di Papua. Bagaimana upaya Menhub Budi Karya Sumadi dan jajarannya meningkatkan keselamatan penerbangan?

"(Kecelakaan) Udara banyak di Papua. Di Papua, ada 2 masalahnya. Pertama pengawasan. Kedua, satu sisi adalah cuaca yang tidak normal, sehingga penerbang harus governance melakukan itu, jadi sekarang ini dengan mata telanjang. Kami akan modernisasi," jelas Menhub Budi Karya Sumadi saat diwawancara detikcom di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat yang ditulis, Selasa (6/12/2016).

Budi menambahkan mayoritas kecelakaan di Papua penyebabnya adalah human error. Untuk itu pihaknya akan meningkatkan aspek teknologi untuk membantu pemanduan lalu lintas udara di Papua.

"Tapi di sana banyak human error, karena sudah terbiasa, mereka lakukan satu lintasan, cara penerbangan yang sebenarnya berbahaya. Itu yang 'ditabrak'. Makanya kami akan membuat pengamatan yang lebih intens di sana, jadi nggak case per case ada satu basis yang kami lakukan. Sistem ATC nya harus dibuat lebih canggih, kedua pilot-pilot itu harus senior, turut serta dalam syarat yang kami tetapkan. Kalau penerbang asing nggak ada masalah, karena mereka tertib. Jika membanggakan asing, mereka disiplin maka tak terjadi kecelakaan itu," papar dia.

Rekomendasi KNKT, tambahnya, cukup bagus dan meminta Kemenhub terutama Ditjen Perhubungan Udara memperbaiki banyak hal. Mulai dari perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM), prasarana hingga teknologi.

"Iya, jadi KNKT rekomendasi cukup bagus, tapi dengan beberapa hal yang menjadi syarat-syarat mutlak penerbangan kami lengkapi dengan ATC yang berbasis IT, tidak visual lagi. Lapangan terbang kami perbaiki, orang kami improve, kami perbaiki tata laksana," tuturnya.

Dari hasil investigasi KNKT selama 2016, kecelakaan dan serius insiden pesawat yang diinvestigasi sebanyak 41 kasus, untuk moda laut dan penyeberangan 15 kasus, moda darat 6 kasus, dan moda kereta 6 kasus.

Dari 41 kasus kecelakaan dan insiden serius pesawat yang diinvestigasi tahun 2016, 18 di antaranya terjadi di Jawa yang terdiri dari 12 insiden serius dan 6 kecelakaan, 13 di antaranya terjadi di Papua di mana ada 7 kecelakaan dan 6 insiden serius dan sisanya terjadi di wilayah lain.
(nwk/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com