Agus Yudhoyono: Lelang Konsolidasi Sebabkan Pelaku UMKM Terpinggirkan

Niken Purnamasari - detikNews
Minggu, 27 Nov 2016 23:23 WIB
Agus Yudhoyono (Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Berbicara program terkait pembangunan ekonomi dan investasi, calon gubernur DKI Agus Yudhoyono menyebut lelang konsolidasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat pelaku industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kian terpinggirkan.

Hal itu ia sampaikan dalam pidato politik tentang pembangunan ekonomi, investasi dan rumah rakyat di Balai Kartini, Jakarta Selatan. Menurut Agus, lelang konsolidasi dengan nilai proyek miliaran rupiah menyulitkan pelaku UMKM dengan modal usaha kecil.

"Saya berdialog dengan sejumlah pelaku dunia usaha di antaranya pengurus dan anggota Kadin DKI Jakarta. Saya diberitahu bahwa 90 persen anggota Kadin DKI adalah pengusaha UMKM. Sebagian dari mereka menggantungkan usahanya dari proyek-proyek pemerintah daerah. Saat ini, mereka sedang mengalami kesulitan, karena Pemda DKI memberlakukan lelang konsolidasi," ujar Agus, Minggu (27/11/2016).

"Contoh kecil lelang pengadaan alat tulis kantor atau ATK senilai Rp 100 hingga 200 juta di tiap unit dalam sebuah instansi, dikonsolidasi atau digabungkan menjadi lelang ATK untuk semua instansi. Sehingga, nilai proyeknya melonjak tajam menjadi miliaran rupiah," sambung cagub nomor urut 1 itu.

Adanya lelang konsolidasi tersebut, membuat para pelaku UMKM terpinggirkan dalam mengembangkan usaha. Padahal Agus menilai, jumlah pelaku industri UMKM adalah yang terbanyak di Jakarta.

Jika demikian, hal itu dapat membuat pelaku UMKM berkurang pendapatan yang akan berdampak pada tingginya angka pengangguran.

"Apa akibatnya jika para pengusaha UMKM ini tidak mendapatkan peluang usaha yang baik? Tentu saja, tiadanya pekerjaan mengakibatkan berkurangnya pendapatan. Sehingga bukan tidak mungkin, pelan tapi pasti, angka pengangguran akan melonjak tajam," sebut Agus.

Agus mengatakan akan meningkatkan kesejahteraan bagi pelaku UMKM melalui cara-cara yang dapat melibatkan partisipasi aktif mereka.

"Tapi saya yakin kita bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan partisipasi para pengusaha kecil dan menengah dalam membantu merealisasikan APBD DKI bagi kesejahteraan bersama. Pada saat yang sama, saya yakin, para pengusaha, memiliki komitmen tinggi dalam transparansi dan good corporate governance," terangnya.

Selain itu Agus kembali menegaskan programnya bukanlah membagi-bagikan uang. Agus menjelaskan program yang diusung berdasarkan hasil kajian dan pengamatan saat melakukan blusukan di sejumlah lokasi di Jakarta.

"Dua minggu yang lalu, saat pidato politik di GOR Jakarta Utara, secara khusus telah saya sampaikan program konkret untuk mengurangi kemiskinan. Pertama, memberikan dana bergulir sebesar Rp 50 juta untuk satu unit usaha. Kedua, memberikan bantuan langsung sementara (BLS) sebesar Rp 5 juta per tahun kepada satu keluarga miskin," kata Agus.

"Sekali lagi, ini bukan program bagi-bagi uang. Ini sebuah rasa simpati dan kepedulian kita bersama terhadap saudara kita yang hidupnya sulit. Program ini telah dirancang secara matang. Dan, telah dikaji kelayakan penganggarannya melalui APBD," tegasnya.

Selain BLS dan dana bergulir untuk unit usaha, sebelumnya Agus telah menjelaskan program Rp 1 miliar per RW untuk mengentaskan kemiskinan dan membuat cerdas masyarakat khususnya anak-anak.

(nkn/dhn)