DetikNews
Selasa 22 November 2016, 16:19 WIB

Anyonghaseo (36)

Belajar dari Eksotika Nami Island

M Aji Surya* - detikNews
Belajar dari Eksotika Nami Island Foto: M Aji Surya/detikcom
Seoul - Sementara di sini ribut-ribut isu reklamasi menjelang pilgub DKI, Korea sudah lama suka bikin pulau artifisial. Salah satunya, pulau Nami yang kini menjadi destinasi wisata andalan. Hampir semua pelancong Indonesia seolah wajib bertandang ke sana, sekedar memenuhi rasa ingin tahu yang membuncah.

Pulau setengah lingkaran di tengah anak Sungai Han yang berjarak 63 km dari Seoul tersebut pada galibnya adalah pulau jadi-jadian akibat dibangunnya bendungan Cheongpyeon. Dengan luas 460 ribu meter persegi maka berjalan kaki mengitari pulau ini hanya memerlukan beberapa jam saja.

Setiap hari liburan datang, Nami bagaikan gula dikeroyok semut. Ratusan ribu orang tumpah bergantian untuk menikmati pulau yang biasa-biasa saja ini. Saking terkenalnya, pulau ini kemudian disebut sebagai "Naminara Republic" dengan karcis masuk yang dinamakan "visa".

Kalau jujur, pulau Nami ini menjadi terkenal utamanya karena dua hal saja, yakni manajemen pepohonan dan mitos. Selebihnya ya hanya alam normal atau semacam hutan kecil yang dibiarkan alami tanpa banyak infrastruktur di dalamnya.

Belajar dariI Eksotika Nami <i>Island</i>Foto: M Aji Surya/detikcom

Bagi yang belum pernah kesana, beberapa bagian di pulau ini ditanami pohon-pohon sejenis secara sejajar bagaikan pagar tinggi di pinggir jalan setapak di tengah hutan. Itulah "keajaiban" Nami yang memang sengaja diciptakan oleh tangan manusia.

Magnet keindahan untuk pengambilan foto di lorong pepohonan itu terjadi sepanjang musim. Ketika musim semi tiba berwarna cerah sedangkan pada musim gugur lebih bernuansa "sayu". Inilah kekuatan pertama pulau Nami. Siapapun yang datang dipastikan akan ber-selfie-ria bersama pepohonan.

Kedua, masih ingat fim melow Winter Sonata awal 2000? Di pulau inilah lokasi shooting film drama percintaan yang heboh di banyak negara tersebut. Eloknya, berkat film ini, pulau Nami tiba-tiba menjadi secuil berlian di Korea. Tempat yang sangat eksotis untuk memadu kasih dan "nembak" calon pacar. Bahkan, lokasi "first kiss" dalam Winter Sonata terus diabadikan dan bisa jadi ajang selfie dengan pacar.

Belajar dariI Eksotika Nami <i>Island</i>Foto: M Aji Surya/detikcom

Kata kunci dari keberhasilan Nami adalah soal perencanaan yang matang serta kemampuan untuk mengkapitalisasi impresi publik atas sebuah peristiwa. Di atas itu, pemasaran yang fokus dan berkesinambungan merupakan hal yang tidak bisa dikesampingkan.

Kalau mengamati proses "pembangunan" dan "pencitraan" Nami Island, memang bukan secepat membalikkan tangan. Hutan buatan mulai dilakukan pada tahun 1960-an sedangkan berbagai fasilitas lain dilakukan secara perlahan dan konsisten. Nami baru mulai booming pada 10 tahun belakangan.

Indonesia sebenarnya tidak perlu untuk membendung sungai agar tercipta Nami Island yang lain. Ribuan pulau kecil nan indah telah dianugerahkan Tuhan secara gratis. Aneka peristiwa besar yang membuat masyarakat "tergelitik" sampai "terkejut" juga terjadi dimana-mana.

Belajar dariI Eksotika Nami <i>Island</i>Foto: M Aji Surya/detikcom

Kini kita tinggal menyentuh dengan perencanaan yg benar, pelaksanaan yang tidak penuh kepentingan, serta marketing yang tepat sasaran. Sungguh, kita mesti fokus bekerja dan sedikit meminggirkan ego pribadi dan golongan. Tidak ada kata terlambat.

*Penulis adalah WNI di Korea Selatan
(try/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed