detikNews
Sabtu 19 November 2016, 12:59 WIB

Sulit Bicara, Sutan Bhatoegana Tak Tinggalkan Pesan untuk Keluarga

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sulit Bicara, Sutan Bhatoegana Tak Tinggalkan Pesan untuk Keluarga Anak Sutan Bhatoegana (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Sutan Bhatoegana, meninggal pagi tadi karena sakit sirosis hati. Sebelum meninggal, politikus yang terkenal dengan ucapan "ngeri-ngeri sedap" ini tidak meninggalkan pesan apa-apa.

"Enggak ada (pesan), Bapak dilakukan observasi tiba-tiba subuh ngedrop. Begitu sadar, belum bisa ngomong (karena) ada selang alat bantu pernapasan," kata putra pertama Bhatoegana, Raja Hudri Parlindungan Siregar, di Villa Duta Jl Sipatahunan No. 26, Bogor, Sabtu (19/11/2016).

Sebelum Bhatoegana meninggal di RS Bogor Medical Center, Raja sempat menunggui ayahnya. Kesedihan tampak di raut wajahnya, matanya masih merah setelah menangis. Raja kemudian mengenang, sejak kondisi ayahnya menurun, keluarga sudah pasrah.

"Begitu Papa kondisinya menurun hingga mengembuskan napas terakhir, kita sudah berkumpul semua. Papa sudah enggak sadarkan diri sejak subuh," tambah isteri Raja, Tania Rubiyanti, yang mendampingi suaminya.

Sejak kondisinya menurun, Bhatoegana kesulitan bicara. Raja menyebut tidak ada pesan terakhir yang diberikan untuk keluarganya.

"Kalau yang saya tangkap dari gerak-gerik ayah, (kami) harus tegar kuat, enggak boleh nangis," ujar Raja.

Rencananya, jenazah Bhatoegana akan dimakamkan bakda asar di Giri Tama, Parung, Bogor. Nanti malam keluarga juga akan menggelar tahlilan untuk almarhum.

Sutan adalah terpidana korupsi APBN 2013 di Kementerian ESDM yang dihukum 12 tahun penjara. Awalnya mantan Ketua Komisi VII DPR itu dihukum 10 tahun penjara, namun oleh Mahkamah Agung diperberat menjadi 12 tahun penjara.



(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com