DetikNews
Jumat 11 November 2016, 13:27 WIB

3 Museum di DKI akan Ditutup untuk Pembasmian Hama, Lukisan Terkenal Diamankan

Danu Damarjati - detikNews
3 Museum di DKI akan Ditutup untuk Pembasmian Hama, Lukisan Terkenal Diamankan Museum Sejarah Jakarta, Jl Fathahillah (Foto: Kurnia Yustiana)
Jakarta - Tiga museum di Jakarta akan ditutup sementara untuk dilakukan pemberantasan hama rayap. Proses yang dikenal dengan istilah fumigasi ini tak boleh merusak koleksi museum, maka lukisan-lukisan terkenal bakal diamankan.

"Fumigasi ini memakai bahan kimia. Maka sebelum fumigasi, museum akan kita tutup dan koleksinya kita amankan," kata Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta (UP MKJ) Sri Kusumawati (Ati) kepada detikcom, Jumat (11/11/2016).

Berikut adalah jadwal penutupan tiga museum itu:

1. Museum Sejarah Jakarta, Jl Taman Fathahillah No 1 Kawasan Kota Tua Jakarta Barat (ditutup 14 sampai 19 November 2016)
2. Museum Juang 45, Jl Menteng Raya Nomor 31 Jakarta Pusat (28 November sampai 1 Desember 2016)
3. Museum Moehammad Husni Thamrin, Jl Kenari II No 15 Kelurahan Kenari, Senen, Jakarta Pusat (28 November-1 Desember 2016)

Tiga museum itu adalah cagar budaya yang harus dijaga kondisinya agar selalu terawat. Ancaman nyata terhadap museum adalah rayap. Serangga ganas itu bisa menjalar dari tanah ke dinding, kayu, dan perabotan di museum. Itu tentu berbahaya bagi museum dan koleksinya.

Fumigasi adalah solusi. Terakhir, fumigasi dilakukan pada tahun 2012. Sekarang sudah waktunya fumigasi dilakukan lagi.

"Fumigasi dilakukan dengan cara penyuntikan pondasi gedung dan penguapan di dalam ruangan museum menggunakan bahan kimia tertentu uang direkomendasikan untuk digunakan pada bangunan bersejarah. Penutupan museum kami lakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung museum," kata Ati.

Apa saja koleksi yang harus diamankan selama fumigasi berlangsung? Ati menjelaskan, koleksi museum berukuran sangat besar tak akan dipindahkan. Namun koleksi yang berukuran lebih kecil akan dipindahkan sementara ke gudang penyimpanan museum. Koleksi itu berupa lukisan dan furnitur tempo dulu.

"Lukisan Sudjojono berjudul Perjalanan Penyerangan Mataram ke Batavia dan lukisan JJ de Nijs berjudul Raja Solomon itu ditutup dulu dengan bahan khusus supaya tak terkena efek fumigasi," sebut Ati.

Kedua lukisan itu ada di Museum Sejarah Jakarta. Selain itu, furnitur dari abad 18 dan 19 yang tak memungkinkan dipindahkan juga harus diselimuti terlebih dahulu. Replika lukisan potret JP Coen akan diangkut ke gudang penyimpanan terlebih dahulu.


(dnu/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed