DetikNews
Kamis 20 Oktober 2016, 14:23 WIB

Panasnya Pilgub DKI

PKB: Coba Tanya ke Warga Penggusuran di Jakarta, Apa Mereka Bahagia?

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
PKB: Coba Tanya ke Warga Penggusuran di Jakarta, Apa Mereka Bahagia? Foto: Dok. Daniel Johan
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut indeks kebahagiaan warga Jakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia. PKB mempertanyakan dasar klaim Ahok tersebut.

"Syukur kalau benar, tapi benar tidaknya langsung ditanya saja ke warga Jakarta aja," kata Wasekjen PKB Daniel Johan saat dihubungi, Kamis (20/10/2016).

Daniel mengaku, selama dia berkeliling masih banyak masalah yang dirasakan warga Jakarta. Salah satunya soal kesenjangan ekonomi. "Kalau selama keliling jaring aspirasi masyarakat beberapa bulan lalu, banyak warga kesulitan karena daya beli yang merosot dan masalah pengangguran," ungkapnya.

Terlebih bagi mereka warga penggusuran, Daniel makin menyangsikan klaim Ahok tersebut. Masalah seperti macet dan pelayanan jasa pun dinilai belum optimal.
"Tapi kalo ditanya ke korban penggusuran, apa iya mereka bahagia?. Jakarta itu yang penting macet dan banjir, keamanan serta kualitas pelayanan jasa dan lingkungan. Ini kan masih macet dan banjir juga," kata dia.

Sebelumnya, Ahok menyampaikan bahwa indeks kebahagiaan DKI tertinggi di Indonesia. Ada beberapa indikator yang disampaikan Ahok untuk menunjang klaimnya ini.
"Indeks kebahagiaan di DKI paling tinggi di Indonesia 78,9. Dunia yang sangat maju 80. Kalau capai ini kita sejajar dengan dunia. Sekarang begitu lahir, warga DKI bisa usia 78 tahun meninggal. Tetapi kalau suka merokok, bawa mobil motor melawan arus ya nggak tahu. Saya sih inginnya warga DKI bisa sampai 80 tahun," ungkap Ahok, Kamis (20/10)

Dia kemudian memaparkan program beasiswa bagi siswa sekolah yang lolos Perguruan Tinggi Negeri dibiayai Rp 18 juta per tahun oleh Pemprov, beasiswa itu pun berlaku bagi anak yang ingin sekolah agama di luar kota. "Mungkin tahun depan bisa kami evaluasi Rp 25 juta karena Jakarta biaya hidup lajang Rp 2,5 juta. Yang rajin kuliah Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia kami biayai," katanya.
(wsn/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed