Wiranto Puji Nara Rakhmatia yang Menangkis 'Serangan' 6 Negara di Sidang PBB

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Rabu, 05 Okt 2016 15:58 WIB
Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Jakarta - Enam negara di kepulauan Pasifik 'menyerang' Indonesia di sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa pada Rabu (28/9/2016) pekan lalu. Mereka, enam negara yakni Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga menyebut telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua dan Papua Barat.

Mereka pun menyerukan agar Papua dan Papua Barat memisahkan diri dari Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto tegas menampik tudingan enam negara tersebut.

Wiranto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan yang terbaik untuk Papua dan Papua Barat. Dia pun memuji diplomat muda Nara Masista Rakhmatia (33) yang membacakan pidato protes pemerintah Indonesia di sidang PBB.

Wiranto Puji Nara Rakhmatia yang Menangkis 'Serangan' 6 Negara di Sidang PBBWiranto Puji Nara Rakhmatia yang Menangkis 'Serangan' 6 Negara di Sidang PBB


"Nanti saya putarkan lagi kasetnya bagaimana diplomat muda Indonesia mengcounter luar biasa mengenai pernyataan itu. Karena banyak hal yang tidak tepat yang disampaikan di sana," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka
Barat, Jakpus, Rabu (5/10/2016).

"Tidak semua yang disampaikan oleh dunia internasional itu benar adanya. Kita harus percaya pada diri kita sendiri bahwa kita sudah melakukan yang terbaik bagi Papua, seperti wilayah lainnya baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur," lanjutnya.

Nara Rakhmatia pada Rabu (28/9/2016) pekan lalu membacakan protes Pemerintah Indonesia di sidang umum PBB atas sikap negara Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga. Enam negara di Kepulauan Pasifik itu menuding Indonesia melakukan pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat.

Indonesia dengan tegas menyatakan keberatan dengan tudingan tersebut. Dalam pernyataan di Sidang Umum PBB yang dibacakan diplomat muda Nara Masista Rakhmatia Indonesia menyebut, Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga
tengah mengalihkan perhatian dunia internasional atas persoalan politik domestik mereka.

"Negara-negara ini sudah menggunakan Majelis Umum PBB untuk mengajukan agenda domestik mereka dan bagi beberapa negara
untuk mengalihkan perhatian dari persoalan politik dan persoalan sosial di negara mereka," kata Nara saat membacakan pernyataan Pemerintah Indonesia di Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (28/9/2016).

Baca juga: Ini Pernyataan Keras RI yang Dibacakan Nara Rakhmatia di Sidang PBB (yds/erd)