Begini Kesaksian Pengguna Jasa 'Manusia Cangkul' di Tangerang Selatan

Kisah 'Manusia Cangkul'

Begini Kesaksian Pengguna Jasa 'Manusia Cangkul' di Tangerang Selatan

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 04 Okt 2016 18:37 WIB
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Masyarakat di seputar Pasar Jumat, Bintaro, Ciputat, Bumi Serpong Damai dan beberapa wilayah di Tangerang Selatan mengenal 'manusia cangkul' dengan sebutan 'tukang sindang'. Banyak warga yang menggunakan jasa 'manusia cangkul'.

Salah satu yang sering menggunakan jasa 'manusia cangkul' adalah Hadi seorang pemborong proyek bangunan di Tangerang Selatan. "Saya sering menggunakan mereka untuk pekerjaan galian tanah untuk selokan dan pekerjaan galian lainnya," kata Hadi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (4/10/2016).

Menurut Hadi, 'manusia cangkul' mudah ditemui setiap hari pada jam 06.00 WIB sampai sekitar jam 11.00 WIB siang di sekitar Pasar Jumat, Bintaro, Ciputat dan Bumi Serpong Damai. "Setiap saya atau orang butuh tukang galian pasti sudah tahu tempatnya ke sana," kata Hadi.

Tukang sindang atau 'manusia cangkul', kata Hadi, tidak semuanya berasal dari kalangan dhuafa. Beberapa dari mereka memasang tarif tinggi untuk satu kali pekerjaan galian. "Mereka rata-rata kalau tidak Rp 150 ribu tak mau (kerjakan)," kata dia.

"Bahkan untuk diminta menurunkan bata saja dihitung perbiji," papar Hadi.

Penelusuran detikcom, tak semua 'manusia cangkul' mendapatkan penghasilan di atas Rp 100 ribu perhari. Di sekitar Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan ada Rostani (65) dan Gusmawan (79) yang penghasilannya tak menentu. Tak setiap hari mereka mendapatkan order. Kadang tiga hari berturut-turut mereka tak kerja.

Walhasil untuk sekadar makan siang dengan tarif Rp 6.000 saja mereka terpaksa berutang. Setelah mendapatkan order, barulah utang makan siang tersebut dibayarkan.

Baca juga: Balada 'Manusia Cangkul': 3 Hari Tak Dapat Order Terpaksa Utang untuk Makan (erd/nwk)