Agus: Ada yang Bilang SBY-Bu Ani Paksa Saya Masuk Politik, Itu Menyakitkan

ADVERTISEMENT

Agus: Ada yang Bilang SBY-Bu Ani Paksa Saya Masuk Politik, Itu Menyakitkan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 03 Okt 2016 16:16 WIB
Agus Harimurti bicara alasannya maju Pilgub DKI. Foto: Elza Astari Retaduari/detikcom
Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono menceritakan kisah di balik keputusannya maju di Pilgub DKI 2017. Dia memastikan bahwa keputusannya bukan atas paksaan dari sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

"Keputusan yang tidak mudah telah saya ambil dan itu keputusan saya pribadi. Beredar dugaan saya dipaksa, ditekan, bahkan lucunya Pak SBY dan Bu Ani disebut tega sekali anaknya dipaksa masuk politik. Itu menyakitkan," ungkap Agus.

Hal tersebut disampaikannya saat berbincang-bincang dengan awak media di The Bistro, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (3/10/2016). Keputusan Agus meninggalkan karier militer untuk masuk ke dunia politik memang cukup mengagetkan.

"Saya yakin tidak ada orang tua manapun yang ingin menjatuhkan dan menjerumuskan anaknya sendiri. Keputusan walaupun itu berat, dan dalam waktu pendek serta dramatis, itu adalah keputusan saya sendiri," tegas Agus.

SBY dan Hatta Rajasa hadir di acara lari bersama Agus di CFD Jakarta, Minggu (2/10). Foto: Yudhistira/detikcom SBY dan Hatta Rajasa hadir di acara lari bersama Agus di CFDJakarta, Minggu (2/10). Foto: Yudhistira/detikcom

Mantan Danyonif 203/Arya Kemuning itu lalu menceritakan, keputusannya untuk meninggalkan TNI demi maju Pilgub berawal dari pemberitahuan melalui panggilan telepon. Saat itu ia sedang berada di Darwin, Australia, guna memimpin pasukannya latihan bersama dengan tentara angkatan darat Australia.

"Kami sedang menunggu kembali ke Tanah Air. Prajurit lain ada kesempatan untuk pesiar, saya memutuskan untuk tinggal di barak karena malamnya ada kabar bahwa situasi politik di Jakarta penuh polemik dan dinamis," tutur dia.

"Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya, telepon dari Jakarta sangat mengejutkan, tapi sampai pada akhirnya tanggal 22 September saya lakukan diskusi, lalu mencoba mencari petunjuk-petunjuk karena yang saya dengar bahwa ada 4 parpol termasuk berbagai kalangan masyarakat yang ingin saya untuk berkenan diajukan sebagai cagub," lanjut Agus.

Memiliki pangkat Mayor di TNI AD dianggapnya telah cukup. Agus pun memilih untuk mengabdi kepada masyarakat lewat jalan hidup yang berbeda dari kemiliteran.

"Dari kecil saya tentu, terutama ketika sudah dewasa, bahwa saya ingin terus mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. Sekarang saya memutuskan untuk mengabdi kepada masyarakat lewat jalur politik atau pemerintahan," sebut suami Annisa Pohan ini.

Di media sosial dan grup-grup sosial messenger memang sempat beredar meme ataupun prediksi soal keputusan Agus. SBY dianggap memaksa putera pertamanya itu untuk masuk ke jalur politik demi memenuhi ambisi memenangkan Pilgub DKI. Agus pun dianggap terpaksa menerimanya mengingat karier ia di militer cukup cemerlang. Agus menepis itu semua.

"Saya sudah dewasa, saya punya kepribadian dan karakter sendiri. Tidak mungkin disetir atau dipaksa apalagi oleh orang tua sendiri. Saya bersyukur memiliki orang tua yang demokratis. Saya masuk taruna dan akhirnya jadi perwira juga bukan paksaan orang tua," terang Agus.

Agus dan Sylviana saat mendaftar ke KPUD DKI (Hasan Alhabshy/detikcom)Agus dan Sylviana saat mendaftar ke KPUD DKI (Hasan Alhabshy/detikcom)

Itu menjadi analogi bahwa untuk keputusan saat ini, dia tidak dipaksa oleh ayah dan ibunya. Justru SBY, kata Agus, membimbingnya dengan memberikan segala pertimbangan baik dan buruk atas keputusannya. Termasuk pertimbangan soal jika Agus kalah, maka ia tidak akan bisa kembali lagi ke TNI.

"Saya bangga memiliki mentor yaitu Pak SBY. Beliau memberikan pandangan-pandangan. Ini cerita yang sesungguhnya, bukan yang dipelintir, atau versi lain," ujarnya.

"Saya tidak menyalahkan siapa-siapa kalau ada buruk sangka atau missed understanding karena saya belum pernah menjelaskan secara langsung. Mudah-mudahan bisa diterima dengan baik," tandas Agus.

Seperti diketahui, Agus bersama Sylviana Murni telah mendaftar ke KPUD DKI sebagai pasangan cagub-cawagub. Pasangan tersebut diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PPP. (ear/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT