DetikNews
Rabu 28 September 2016, 14:04 WIB

Menteri Siti Bagikan Bibit Tanaman, Buku Tulis dan Minyak Goreng ke Warga Jambi

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Menteri Siti Bagikan Bibit Tanaman, Buku Tulis dan Minyak Goreng ke Warga Jambi Menteri LHK Siti Nurbaya di Jambi, Rabu (28/9/2016). Foto: Yudhistira Amran Saleh-detikcom
Jambi - Kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar pada hari kedua di Batanghari, Jambi diisi dengan bagi-bagi alat kebutuhan rumah tangga. Selain itu juga Siti membagikan buku tulis kepada anak-anak di Desa Bungku.

Kebutuhan rumah tangga yang diberikan Siti kepada warga Batanghari antara lain, minyak goreng, bibit tanaman seperti cabai dan juga wajan. Kepada warga, Siti berharap bibit tanaman tersebut dirawat dengan baik.

"Ini saya berikan wajan, terus juga ada bibit tanaman kayak cabai. Ayo dirawat dengan baik. Nanti kabari saya kalau bibit-bibit tanamannya sudah tumbuh subur," kata Siti Nurbaya di Kawasan REKI (Restorasi Ekosistem Indonesia), Dusun Kunangan Jaya II, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, Jambi, Rabu (28/9/2016).

"Saya juga berikan buku tulis nih untuk anak-anak. Sekolah yang rajin biar pintar. Semiga buku ini bermanfaat dan berguna," lanjutnya.

Menteri LHK Siti Nurbaya di Jambi, Rabu (28/9/2016). Foto: Yudhistira Amran Saleh-detikcomMenteri LHK Siti Nurbaya di Jambi, Rabu (28/9/2016). Foto: Yudhistira Amran Saleh-detikcom


Masyarakat yang menerima kebutuhan rumah tangga dari Siti pun mengungkapkan rasa terima kasihnya. Salah satunya Risma, warga Desa Bungku yang mengaku sangat senang seorang menteri mau mengunjungi daerahnya yang ada di pinggiran hutan.

"Senang sekali tentunya dapat wajan, minyak goreng, lalu ada bibit-bibit tanaman. Anak saya juga dapat buku tulis dari Bu Menteri. Senang sekali. Terima kasih buat Bu Menteri yang mau mengunjungi kami di dalam hutan," ucap Risma.

Pada kesempatan ini, anak-anak dari sekolah dasar dari Sokola Basamo yang berjumlah 39 orang menyanyikan lagu Gombloh berjudul Lestari Alamku. Siti pun yang mendengar mengaku bangga.

"Kalian anak-anak Indonesia menyanyikan lagu karya Gombloh di tempat yang tepat. Di Hutan Harapan yang harus kita jaga dan kita lestarikan," imbuh Siti.

Pada kesempatan ini Ketua Dewan Burung Indonesia Ani Mardiastuti menjelaskan cara anak perusahaannya PT REKI merestorasi Hutan Harapan. Restorasi menurut dosen IPB ini tidak hanya membuat hutan menjadi hijau saja.

"Konsepnya ini direstore. Kita tanam sembarangan di sini tidak boleh. Ada kajian juga seperti kami punya spot yang masih asli. Ini menariknya juga setiap lokasi di Indonesia itu beda-beda. Konsep tetap sama tapi masing-masing melakukan hal yang berbeda. Sekarang kan yang banyak Sumatera dan Kalimantan. Ini konsep menjadi menarik karena dibilang nyontek juga tidak. Konsep boleh dicontoh tapi di lapangan berbeda," jelas Ani Mardiastuti.

"Pada waktu itu orang banyak melakukan penanaman pohon tapi yang penting konsepnya hijau yaitu Akasia dan lainnya. Tapi kita lihat satwa liarnya, burung-burungnya tidak seperti dulu. Kemudian kita melakukan restorasi. Kita mengembalikan kepada bentuk awal. Kami bekerja 4 sampai 5 tahun. Lalu kami menyampaikan kepada Kementerian Kehutanan. Ijin keluar ini 7 tahun. Lama karena ini dulu milik swasta. Ini prosesnya pelan-pelan. Begitu kami dapat alhamdulillah teman-teman yang lain mulai ikut. Konsep ini cukup menarik," tutur Ani.

 Menteri LHK Siti Nurbaya di Jambi, Rabu (28/9/2016). Foto: Yudhistira Amran Saleh-detikcom Menteri LHK Siti Nurbaya di Jambi, Rabu (28/9/2016). Foto: Yudhistira Amran Saleh-detikcom


Usai acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Denmark dan Burung Indonesia yang disaksikan oleh Kementerian LHK, Menteri Siti dan Dubes Denmark untuk RI Casper Klynge melakukan penanaman pohon. Penanaman pohon dilakukan di area PT REKI.

"Bismillah semoga subur pohonnya," sahut Siti Nurbaya.
(yds/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed