Eksekusi Mati Mary Jane di Mata Jokowi dan Duterte

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 13 Sep 2016 09:48 WIB
1.

Eksekusi Mati Mary Jane di Mata Jokowi dan Duterte

Eksekusi Mati Mary Jane di Mata Jokowi dan Duterte
Foto: Presiden Jokowi dan Presiden Duterte/ Habibi detikcom
Jakarta - Nasib terpidana mati asal Filipina, Mary Jane, menjadi salah satu topik hangat yang dibahas saat pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Keduanya angkat bicara, ini 3 kisahnya:

Duterte melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Kamis 8 September. Ada berbagai masalah yang dibahas dan kesepakatan yang dihasilkan oleh Jokowi dan Duterte dalam pertemuan tersebut.

Mereka sepakat tentang penanganan 177 WNI yang haji dari Filipina, penanganan sekitar 700 orang WNI yang berhaji dari Filipina, upaya pembebasan sandera WNI, kerja sama keamanan laut Sulu, hingga mengizinkan TNI AL meledakkan kapal perompak hingga ke perairan Filipina.

Selain persoalan itu, Jokowi dan Duterte membicarakan tentang eksekusi Mary Jane saat pertemuan Jumat 9 September lalu. Jokowi menceritakan tentang Mary Jane yang membawa 2,6 heroin ke Indonesia dan penundaan eksekusi Mary Jane.

Mary Jane di detik-detik akhir lolos dari eksekusi Jilid II pada tahun 2015. Penundaan eksekusi itu menyusul adanya permintaan pemerintah Filipina karena yang bersangkutan diperlukan kesaksiannya dalam kasus human trafficking. Nama Mary Jane juga tidak masuk dalam daftar eksekusi Jilid III tahun 2016 ini.

"Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau mau dieksekusi," kata Jokowi usai salat Idul Adha di Masjid Agung At-Tsauroh, Serang, Senin (12/9/2016).

Bukan rahasia umum, Duterte dikenal sebagai Presiden yang sangat keras terhadap kasus narkoba. Tak kurang 2.400 tewas di Filipina dalam usaha pemberantasan narkoba sejak Duterte menjabat Presiden.

Namun, Kantor Kepresidenan Filipina meluruskan penyataan Presiden Jokowi. Filipina menyebut Duterte hanya meminta Presiden Joko Widodo untuk mengikuti hukum yang berlaku di Indonesia, bukan mendorong eksekusi Mary Jane.


Berikut 3 kisahnya: