Melihat Pantai Seruni Bantaeng: Kawasan Reklamasi yang Jadi Favorit Wisata

Ahmad Toriq - detikNews
Kamis, 01 Sep 2016 12:33 WIB
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Bantaeng - Kabupaten Bantaeng kini menjelma jadi salah satu destinasi wisata favorit di Sulawesi Selatan. Salah satu titik wisata utama adalah Pantai Seruni.

Pantai Seruni ini merupakan kawasan hasil reklamasi sepanjang satu setengah kilometer. Awalnya pantai ini kumuh, tak menarik, bahkan, menurut masyarakat setempat, menyeramkan. Oleh Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, pantai ini disulap jadi rapi dan cantik.

Lapangan alun-alun dan RSUD Prof Dr Andi Makkatutu (Toriq/detikcom)

Nurdin menjadikan Pantai Seruni sebagai pusat kegiatan masyarakat. Alun-alun Bantaeng dan rumah sakit kelas internasional RSUD Prof Dr Andi Makkatutu dibangun di pantai ini, di atas tanah hasil reklamasi.

Baca juga: Menengok Bantaeng yang Bahagia Dipimpin Raja Nurdin

Ada juga restoran yang dibangun di atas laut. Restoran ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Awalnya mau dibangun di dekat pelabuhan, namun Nurdin usul agar dibangun di Pantai Seruni, agar ramai banyak pembeli. Dalam waktu beberapa pekan ke depan restoran ini akan segera beroperasi.

Berseberangan jalan dengan restoran itu, deretan warung tenda berjejer menjajakan berbagai jenis makanan, mulai dari seafood hingga pisang epe, cemilan khas Sulawesi Selatan. Motor dan mobil pengunjung yang datang bisa diparkir di pinggir jalan yang memang diperuntukkan untuk wisata, tak ada preman yang berjaga, tak ada pungutan biaya.

Suasana Pantai Seruni pada Senin (29/8) malam. (Toriq/detikcom)

Para pedagang yang berjualan juga tak dipungut biaya oleh Pemkab Bantaeng. Tempat disediakan, air dan listrik difasilitasi, tapi tak dipungut biaya sama sekali. Nurdin mengatakan, soal pungutan biaya terhadap para pedagang, sempat ada perdebatan dengan DPRD Bantaeng yang meminta Pemkab memungut biaya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun Nurdin menolak.

"Kita bertentangan sama DPRD. DPRD dikit-dikit pajak. Tapi kami menunggu mereka (pedagang -red) kuat dulu," ujar Nurdin saat berbincang dengan detikcom di Pantai Seruni, Senin (29/8) malam.

Baca juga: Makan Pisang Epe Sambil Bersantai di Pantai Seruni, Bantaeng

Malam itu, sekitar pukul 19.00 WITA kami berbincang di lantai 2 salah restoran di Pantai Seruni. Kondisi saat itu Pantai Seruni belum ramai. Kursi-kursi pelanggan di warung-warung belum banyak terisi. Memang biasanya di hari kerja warung-warung baru ramai pengunjung selepas pukul 20.00 WITA. Beda kondisi dengan akhir pekan. Sepanjang hari hingga malam pantai itu padat wisatawan.

Suasana Pantai Seruni pada Senin (29/8) pukul 19.00 WITA (Toriq/detikcom)

Bupati Nurdin mengatakan wilayah pantai ini penting untuk kebahagiaan warga. Profesor Agrikultur ini menyebut Bantaeng kini jadi kian romantis dengan makin banyaknya ruang publik. Tingkat kebahagiaan warga pun meningkat. Indikasinya, angka perceraian turun drastis dari 155 kasus per tahun hingga kini jadi 17 kasus per tahun. Tingkat kejahatan pun menurun drastis, dibuktikan dengan makin sepinya Rutan Bantaeng.

"Perceraian di kita menurun karena kotanya lebih romantis, jadi yang tadinya keluarganya kurang akrab ya menjadi akrab karena banyak public space yang kita bikin," ujar Nurdin.

Baca juga: Nurdin Sulap Semak Belukar Menjadi Pantai Marina dan Seruni

Screenshot dari Google Maps


Nurdin juga membangun sport center di area Pantai Seruni. Ada lapangan basket, futsal, dan macam olahraga lainnya. Sepanjang hari, kata Nurdin, arena-arena olahraga di Pantai Seruni dipenuhi oleh masyarakat, terutama anak-anak muda. Mereka bisa berolahraga secara gratis kapan saja. Malam itu, suasana di lapangan basket meriah karena sedang ada pertandingan.

Suasana pinggir pantai, fasilitas lengkap, parkir gratis, dan berbagai jenis jajanan menjadikan Pantai Seruni destinasi favorit wisata. Jadi, kapan Anda main ke sana? (tor/fjp)