Ambulance Canggih Bantaeng Jadi Tempat Lahir 126 Bayi

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 31 Agu 2016 16:25 WIB
Ambulance canggih Pemkab Bantaeng (Ahmad Toriq/detikcom)
Ambulance canggih Pemkab Bantaeng (Ahmad Toriq/detikcom)
Bantaeng - Pemerintah Kabupaten Bantaeng berhasil menekan angka kematian ibu melahirkan. Banyak ibu selamat karena bisa melahirkan di mobil-mobil ambulance canggih yang dimiliki Pemkab.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Bantaeng Asruddin Anwar mengungkapkan sepanjang beroperasinya ambulance-ambulance canggih milik Pemkab tahun 2013 lalu, sudah ada ribuan tindakan medis dilakukan di jalan. Ada lebih dari seratus bayi yang lahir di dalam ambulance.

"Di daerah, angka kematian ibu melahirkan salah satu faktornya karena kesulitan transportasi. Di Bantaeng, tindakan medis bisa diambil selagi di perjalanan di dalam ambulance. Ini faktor yang bisa menekan angka kematian," ujar Asruddin saat berbincang dengan detikcom di pos Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng, Jl Andi Mannapiang, Bantaeng, Selasa (30/8/2016).

Ambulance milik Pemkab Bantaeng (Toriq/detikcom)

BSB adalah tim siaga bencana kabupaten Bantaeng. Di pos BSB, unit Pemadam Kebakaran dan tim medis bersebelahan. Sehingga, kedua unit ini bisa bergerak sebagai satu kesatuan.

Baca juga: Aksi dan Ambisi Nurdin, Bupati Bergelar Profesor yang Meraih 50 Award

Tim medis BSB terdiri dari 20 dokter dan 25 perawat. Mereka piket bergantian menanti laporan warga dan meluncur begitu ada yang membutuhkan. Untuk jumlah ambulance canggih, BSB memiliki sekitar 20 unit yang dibagi dengan cabang yang ada di wilayah pegunungan. Ambulance-ambulance canggih ini memiliki peralatan yang cukup untuk melakukan operasi kecil.

Bagian dalam ambulance (Toriq/detikcom)

Dalam catatan BSB dari tahun 2013 hingga Desember 2015 lalu, sudah ada 126 bayi yang lahir di ambulance. Sepanjang tahun 2015 saja, ada 26 bayi yang lahir dalam perjalanan.

"Kalau datanya digabung dengan tindakan medis lainnya seperti penanganan kecelakaan, maka sudah ribuan," ujar Asruddin.

Data penanganan medis sepanjang 2015 (Toriq/detikcom)

Pemkab Bantaeng menyediakan hotline 113 untuk rakyat yang membutuhkan pertolongan medis. Rakyat Bantaeng yang butuh bantuan medis tinggal menelepon ke nomor itu, lalu akan dibantu, gratis.

Baca juga: Hotline 113 untuk Tim Medis Gratis di Bantaeng, Inovasi Sederhana tapi Mengena

Dari mana ambulance-ambulance itu diperoleh? Soal itu, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah pernah memakai istilah 'memulung'. Ambulance dan mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Bantaeng merupakan hibah dari Jepang.

Operator hotline 113. Selain punya hotline 113, Pemkab Bantaeng juga punya hotline 119 untuk penanganan masalah umum, tak hanya soal bantuan medis (Toriq/detikcom)
(tor/fjp)