Di Bantaeng, Trotoar Cantik dan Rapi Dibangun Hingga ke Desa

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 31 Agu 2016 13:38 WIB
Trotoar di Desa Bonton Marannu. Foto: Ahmad Toriq/detikcom
Trotoar di Desa Bonton Marannu. Foto: Ahmad Toriq/detikcom
Bantaeng - Soal trotoar Jakarta dan Surabaya sempat ramai dibahas di ruang publik. Alihkan sebentar pandangan anda dari dua kota itu. Di Bantaeng, trotoar bagus dibangun hingga ke desa.

Trotoar yang bagus kini memang jadi patokan rapinya suatu kabupaten atau kota. Sejumlah daerah yang dipimpin kepala daerah berprestasi, seperti DKI Jakarta dan Surabaya, memiliki trotoar yang rapi di sejumlah titik di wilayahnya.

Baca juga: Menengok Bantaeng yang Bahagia Dipimpin Raja Nurdin

Begitu juga dengan Kabupaten Bantaeng, yang terletak 130 Km dari Makassar. Trotoar di wilayah yang dipimpin Bupati Nurdin Abdullah ini rapi.

Contohnya trotoar di sepanjang Jalan Andi Mannappiang, yang merupakan salah satu jalan utama di Kabupaten Bantaeng. Trotoar di sepanjang jalan itu enak dipandang, dihiasi dengan pohon-pohon yang tertanam rapi.

Trotoar di Jl Andi Mannappiang (Toriq/detikcom)

Area pedestrian rapi tak hanya ada di Jalan Mannappiang. Trotoar di jalan lain pun tak ada yang berantakan dan dilengkapi pohon rindang. Ciri khas di kabupaten ini, pohon-pohon, dan juga tiang listriknya dicat warna oranye, hitam dan kuning di bagian tengahnya.

Selain berjalan-jalan di wilayah pusat Kabupaten Banteng, detikcom pada Senin (29/8/2016) lalu juga sempat naik ke wilayah pegunungan untuk melihat Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng. Letak laboratorium ini ada di Desa Bonton Marannu, Kecamatan Ulu Ere.

Salah satu sudut Desa Bonton Marannu (Toriq/detikcom)

Perjalanan menuju Desa Bonton Marannu terasa menyenangkan. Selain karena udara yang sejuk, sepanjang perjalanan menanjak jamak terlihat bunga-bunga indah warna-warni ditanam di depan rumah warga desa.

Di dekat laboratorium, ada pemandangan yang menarik mata selain bunga, yaitu pengerjaan trotoar di desa. Ya, di pinggir jalan utama pegunungan di desa itu dibuat trotoar yang rapi. Trotoarnya berwarna merah muda, dengan border warna hitam.

Pembuatan trotoar di Desan Bonton Marannu (Toriq/detikcom)

Saat itu, yang dikerjakan trotoar di depan laboratorium. Sementara trotoar di seberang laboratorium sudah jadi, dan rapi. Mengapa trotoar rapi dibangun hingga ke desa?

"Ini bentuk edukasi ke warga desa, bahwa warga desa juga bisa berjalan di trotoar yang rapi. Dan ini sekaligus untuk mempercantik wilayah ini, karena merupakan tujuan wisata," kata Kadis Pariwisata Kabupaten Bantaeng Hartawan Zainuddin di Desa Bonton Marannu.

Areal pertanian milik Laboratorium Kultur Jaringan Bantaeng di Desa Bonton Marannu (Toriq/detikcom)

Hartawan mengatakan, selain soal trotoar, warga desa juga diedukasi soal pariwisata di wilayah itu. Pemkab Bantaeng tak akan membangun penginapan atau hotel di wilayah itu. Sebagai gantinya, rumah-rumah warga desa akan dijadikan homestay.

"Kalau kami bangun hotel, warga nanti cuma jadi penonton," ujar Hartawan.

Mini Showfarm (Toriq/detikcom)

Desa Bonton Marannu memang cantik. Selain ada Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Peternakan Bantaeng yang jadi kekuatan bertarung di pasar hulu pertanian, di situ juga ada tempat wisata Mini Showfarm, yang terdapat taman bunga dan produk pertanian.

Di Mini Showfarm, wisatawan bisa berselfie ria dan juga menikmati hasil pertanian, salah satunya kentang rebus dan kopi. Tertarik berkunjung ke sana? (tor/fjp)