DetikNews
Selasa 30 Agustus 2016, 15:41 WIB

Pegiat Perfilman Ingatkan Jokowi Soal Janjinya untuk Dunia Perfilman Tanah Air

Ray Jordan - detikNews
Pegiat Perfilman Ingatkan Jokowi Soal Janjinya untuk Dunia Perfilman Tanah Air Foto: Presiden Jokowi/ Bagus detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengundang para pegiat film untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, para artis dan Presiden Jokowi membahas soal perfilman di tanah air.

Artis kawakan Roy Marten mengatakan, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu. Utamanya soal dunia perfilman di tanah air. Roy sendiri mengingatkan Jokowi akan janji yang pernah diucapnya di hadapan artis.

"Banyak hal. Tapi saya mengusulkan sewaktu beliau jadi gubernur dulu, saya ingatkan kembali agar dibikin sebuah museum untuk film dan musik di Jakarta secara modern. Sehingga seluruh anak bangsa bisa menonton film tahun berapa saja, musik tahun berapa saja. Yang trendi gitu," ujar Roy Marten saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Sedangkan, aktor sekaligus pembawa acara Desta mengatakan, di dalam pertemuan itu Jokowi mendengarkan beberapa masukan dari insan perfilman.

"Ngomongin perfilman saja mau dibuat apa, ide-idenya insan-insan film. Kalau gue sih sebagai pengamatlah, karena sudah lama enggak main film juga. Ya cuma berharap yang terbaik aja lah. Ide-ide dari anak-anak lumayan bagus ya," kata Desta.

Sementara itu, aktor yang juga stand up comedian Ernest Prakasa mengatakan, kehadiran insan perfilman ini ke Istana difasilitasi oleh Badan Ekonomi Kreatif. Yang hadir merupakan para pelaku industri film, seperti sutradara, aktor hingga produser.

Ernest menilai, Jokowi ingin menyerap aspirasi dari para pelaku industri film. Ernesjuga mengatakan, film bisa dijadikan sarana untuk mensosialisasikan hal-hal positif kepada masyarakat.

"Lebih menyerap aspirasi dari masyarakat perfilman, berbicara bahwa film itu kalau mau disimpulkan film bukan sekadar industri yang menjual benda seni. Tapi film itu sebuah sarana sosialisasi budaya, apalagi berjalan seiring dengan revolusi mental. Bahwa melalui film kita bisa menyampaikan banyak hal, tentang hal-hal yang positif, keberagaman, nasionalisme dsb. Jadi lebih mengingatkan Pak Presiden sudah sewajarnya film diberikan urgensi yang tinggi, karena ini bukan sekadar produk industri, tapi senjata kebudayaan," jelas Ernest.
(jor/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed