Polisi: 7 Sekuriti Trisakti Sempat Diikat dan Dipaksa Tanda Tangan Surat Dukungan

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 24 Agu 2016 13:13 WIB
Foto: istimewa/ polisi saat melakukan pengamanan di trisakti
Jakarta - Tujuh orang sekuriti Kampus Trisakti, Jl Kyai Tapa, Grogol, Jakarta Barat, mengaku sempat diikat dan disekap oleh sekelompok orang. Mereka kemudian dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan dukungan terhadap salah satu pihak yang tengah bersengketa.

"Iya mereka pengakuannya diikat, kemudian disekap di sebuah ruangan. Mereka ini kan didatangi terus dipksa suruh tanda tangan surat pernyataan untuk medukung rektorat yang baru, terus handphone mereka dirampas tetapi sudah dikembalikan setelah menandatangani surat pernyataan itu," ujar Kanit IV Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Armayni kepada waratwan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi, ketika sejumlah sekuriti tengah tertidur. Menurut Armayni, ada sekitar 100-an orang saat itu tiba-tiba datang ke dalam kampus.

"Mereka masuk ke dalam dengan menggunakan name tag yayasan yang disiapkan oleh korlapnya dan pakai cadar. Kemudian mereka masuk ke dalam kampus dengan menggunting gembok," lanjut Armayni.



Kemudian, setelah polisi mengamankan lokasi, 7 sekuriti tersebut melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. Bersama Armayni, ketujuh sekuriti tersebut kemudian diminta mengenali satu persatu dari 71 orang yang diamankan di SPKT Polda Metro Jaya.

"Sementara dari sekuriti belum ada yang mengenali dari 71 orang ini, karena mereka pakai cadar. Dan jam segitu kan lagi ngantuk-ngantuknya mereka (sekiriti)," tambah Armayni.

Untuk mengidentifikasi para pelaku, polisi akan mengecek rekaman CCTV yang ada di dalam kampus tersebut. "Nanti CCTVnya kita cek," pungkas Armayni. Kasus ini bermula dari rebutan kampus Trisakti antara pihak yayasan dan otoritas kampus. (mei/dra)